Pernyataan tersebut disampaikan Nanik setelah memutuskan mundur dari jabatan Kepala BGN karena alasan kesehatan. Ia mengungkapkan harus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.
Meski masa kepemimpinannya sebagai Kepala BGN relatif singkat, sekitar 1,5 bulan, Prasetyo menyebut Nanik telah melakukan sejumlah langkah selama berada di pucuk pimpinan lembaga tersebut. Ia juga menilai Nanik bersama jajaran pimpinan baru lainnya telah membuat berbagai gebrakan dalam menjalankan tugas di BGN.
Baca Juga: Kemarau Makin Kering, BPBD Kota Tasikmalaya Salurkan 45 Ribu Liter Air Bersih Setiap Hari
Keputusan Nanik untuk mundur pun dihormati oleh Istana. Prasetyo menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat memaksakan seseorang untuk tetap menjabat apabila yang bersangkutan merasa perlu mengambil langkah tertentu demi kondisi pribadinya.
“Kalau pertanyaannya adalah kenapa harus mundur atau kenapa tidak cuti saja, ini kan kita kembalikan kepada yang bersangkutan,” ujar Prasetyo.
“Ini kan kita juga tidak bisa memaksakan karena yang mengerti kondisi pribadinya adalah beliau dan kita sangat menghormati sikap dan jiwa besar beliau dengan beliau mengajukan pengunduran diri,” sambungnya.
Baca Juga: Nanik Deyang Mundur dari Kepala BGN, Baru 1,5 Bulan Menjabat dan Tetap Diminta Awasi Program MBG
Nanik sebelumnya juga menyampaikan pesan perpisahan kepada publik melalui akun Facebook pribadinya. Dalam unggahan tersebut, ia menjelaskan rencana keberangkatannya ke luar negeri untuk menjalani pengobatan jantung.
Keputusan mundur itu diambil setelah Nanik menyampaikan kondisi kesehatannya kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menyatakan bahwa pengobatan menjadi alasan utama untuk melepaskan tanggung jawab sebagai Kepala BGN.
Di sisi lain, Nanik menegaskan bahwa pengunduran dirinya tidak berarti berhenti mendukung pemerintahan Presiden Prabowo. Ia menyampaikan komitmennya untuk tetap memberikan dukungan terhadap agenda pemerintah.
“Saya tetap berjuang dan mendukung Pak Presiden yang saat ini sangat keras berupaya memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia,” lanjutnya.***
Artikel Terkait
100 Titik SPPG Fiktif di Cilacap Terungkap, Program MBG Tetap Berjalan Meski Pendaftaran Ditutup
MBG Ditutup, Harga Bahan Pokok di Pasar Cikurubuk Turun, Pedagang Kecil Sumringah karena Pasokan Melimpah
Jenderal Polisi Aktif Jadi Tersangka Korupsi Tata Kelola MBG, Kejagung Ungkap Modus Ompreng ke SPPG
Kejagung Ungkap Oknum Kolonel TNI Aktif Terseret Korupsi Tata Kelola MBG, Berawal dari Pengadaan Motor Listrik BGN
Inflasi Kota Tasikmalaya Juni 2026 Hanya 0,03 Persen, Penutupan MBG Ikut Tekan Kenaikan Harga
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Pernah Ungkap Perkembangan Kasus MBG dan Tambahan 47 Nama
Viral Guru SDK Ogolau Bikin MBG Mandiri, Siswa di Pelosok Sulawesi Tengah Masih Menanti Program MBG
Qodari Tantang Mahasiswa UI Kritik Program MBG Berbasis Data, Bahas Siswa Lapar hingga Anggaran Pendidikan