BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan dan FLPP, 6.059 Debitur Ikuti Akad Massal KPR Bersama Presiden Prabowo

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 3 Agustus 2026 | 15:09 WIB
BRI memperkuat dukungan sektor perumahan melalui FLPP dan KPR. Sebanyak 6.059 debitur BRI mengikuti akad massal bersama Presiden Prabowo. (Dok. BRI)
BRI memperkuat dukungan sektor perumahan melalui FLPP dan KPR. Sebanyak 6.059 debitur BRI mengikuti akad massal bersama Presiden Prabowo. (Dok. BRI)

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat sektor perumahan dari sisi hulu hingga hilir. Dengan akses pembiayaan yang lebih luas, penyediaan rumah layak bagi masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih cepat.

“Sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan UMKM dan ekonomi kerakyatan, BRI memandang sektor perumahan sebagai salah satu penggerak utama aktivitas ekonomi nasional karena memiliki multiplier effect yang luas terhadap berbagai sektor usaha, mulai dari industri bahan bangunan, jasa konstruksi, transportasi, hingga penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, BRI akan terus memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan guna mendukung terciptanya ekosistem perumahan yang sehat, memperkuat pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuh Hery.

Dalam akad massal tersebut, BRI juga menyalurkan Kredit Program Perumahan senilai Rp880 miliar kepada 7.100 debitur. Penyaluran itu terdiri atas pembiayaan sisi supply sebesar Rp308 miliar kepada 227 debitur dan sisi demand sebesar Rp572 miliar kepada 6.873 debitur.

Baca Juga: Latih Mahasiswa Jadi Jurnalis Warga, Promedia Group Sukses Gelar BRI CoreLab 2026 di Kampus UNJ Jakarta

Kinerja BRI dalam pembiayaan perumahan juga tercermin dari realisasi KPP. Sejak Oktober 2025 hingga 28 Juli 2026, BRI telah menyalurkan KPP senilai Rp12,17 triliun kepada 87.055 penerima.

Sementara itu, sepanjang Januari hingga 28 Juli 2026, realisasi penyaluran KPP mencapai Rp10,94 triliun kepada 78.520 penerima. Angka tersebut setara dengan 91,18 persen dari target penyaluran tahun 2026 sebesar Rp12 triliun.

Dukungan terhadap sektor perumahan juga berjalan seiring dengan penyaluran KUR. Sejak 2015 hingga Juni 2026, BRI telah menyalurkan KUR senilai Rp1.539 triliun kepada 45,4 juta penerima.

Adapun sepanjang Januari hingga Juni 2026, realisasi penyaluran KUR mencapai Rp103,81 triliun kepada 2.009.310 penerima.

Baca Juga: Detik-detik Satpam BRI Padamkan Kebakaran Minibus di Ajibarang, Spontanitas Petugas Selamatkan Kendaraan

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyebut penyaluran rumah subsidi melalui skema FLPP pada 2025 menjadi yang tertinggi sejak program tersebut diluncurkan pada 2010.

“Selama 15 tahun, sejak 2010 hingga 2025, capaian tertinggi baru terjadi pada masa pemerintahan Bapak Presiden Prabowo. Sebelumnya, pada 2023 penyaluran mencapai 228.000 unit. Pada 2025, di tahun pertama pemerintahan Bapak Presiden, penyaluran rumah subsidi mencapai 278.000 unit, tertinggi sepanjang sejarah,” ujar Maruarar.

Capaian tersebut menjadi bagian dari perkembangan pembiayaan perumahan nasional sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi antara pemerintah, perbankan, pengembang, dan lembaga terkait dalam memperluas kepemilikan rumah.

Baca Juga: Diam-diam Efektif! Kolaborasi Kejari Tasikmalaya - BRI Pulihkan Keuangan Negara hingga Rp5 Miliar

Bagi BRI, penguatan pembiayaan perumahan tidak hanya berkaitan dengan penyaluran KPR. Ekosistem tersebut juga melibatkan pembiayaan bagi pengembang dan pelaku usaha yang menopang pembangunan hunian.

Karena memiliki keterkaitan dengan industri bahan bangunan, konstruksi, transportasi, hingga tenaga kerja, sektor perumahan dinilai mempunyai efek berganda terhadap perekonomian.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X