Baca Juga: Keracunan MBG di Berastagi, 269 Siswa Berastagi, Korban Terbanyak dari SMAN 1 Berastagi
Cerita mengenai dapur MBG tersebut muncul ketika program Makan Bergizi Gratis juga tengah menjadi sorotan akibat sejumlah kasus dugaan keracunan makanan di beberapa daerah. Dalam sejumlah kejadian, ratusan siswa dilaporkan membutuhkan penanganan medis.
Badan Gizi Nasional atau BGN sebelumnya telah meminta setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG menyusun menu yang bervariasi, menarik, serta tetap memenuhi prinsip Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman atau B2SA.
BGN juga mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal dalam penyediaan menu MBG. Untuk bahan seperti ayam dan telur, kualitasnya diminta diperiksa terlebih dahulu sebelum digunakan dalam proses penyediaan makanan.
Baca Juga: Keracunan MBG di SMKN 6 Semarang, 707 Orang Alami Gejala: Distribusi Makanan Dihentikan Sementara
Ketentuan tersebut menjadi perhatian dalam perbincangan mengenai supplier MBG, terutama setelah munculnya cerita tentang beras broken dan ayam memar yang disebut dalam unggahan media sosial.
Hingga berita ini ditulis, cerita para supplier tersebut masih berupa pengakuan yang disampaikan melalui media sosial.
Tidak terdapat keterangan dalam bahan yang tersedia mengenai tanggapan dari pihak-pihak yang disebut dalam unggahan terkait dugaan permintaan bahan dan persoalan harga tersebut.***
Artikel Terkait
Kasus Keracunan MBG di Cimahi Diselidiki, Sampel Nasi Onigiri hingga Susu UHT Diuji di Labkes Jabar
Insiden Keracunan MBG di Anambas, 155 Warga Dilarikan ke RS, Operasional SPPG Air Asuk Dihentikan Sementara
Kejagung Buka Peluang Periksa Nanik Deyang dalam Kasus Korupsi MBG, Penyidik Masih Dalami Bukti
Kejagung Ungkap Chat Lodewyk Pusung dengan Istri Jadi Bukti Elektronik Kasus Korupsi MBG
Vonis Ibam Naik Jadi 5 Tahun dalam Kasus Korupsi Chromebook, Uang Pengganti Rp5 Miliar
Dugaan Korupsi Kredit Bank BJB KCK Banten Terbongkar, Dokumen Fiktif Picu Kerugian Negara Rp8,7 Miliar