Menurutnya, permintaan tersebut berkaitan dengan kebutuhan stok untuk dua dapur MBG. Harga yang ditawarkan juga disebut berada di bawah harga yang ia anggap sesuai untuk produk fillet dada.
“Lha baru kali ini ada yang minta ayam jelek, dia lanjutkanlah, ‘Buat stok dapur saya mba, saya asa 2 dapur, harga bisa ya dapat Rp33.000 per kg?’ Nah, yang dia minta fillet dada, Rp33.000 per kg, minta ayam afkir atau memar, ayam begitu ga oke dikonsumsi,” lanjutnya.
Ia kemudian menjelaskan alasan dirinya mempertanyakan penggunaan ayam afkir untuk kebutuhan tersebut. Menurut pengakuannya, ayam petelur yang telah melewati masa produktif memiliki karakteristik daging berbeda dengan ayam pedaging karena pola pemberian pakannya tidak sama.
Baca Juga: 293 Santri Diduga Keracunan MBG di Sidoarjo, Dirawat di 8 Rumah Sakit hingga SPPG Akan Diperiksa
Ia juga menyebut daging ayam petelur cenderung lebih alot dan lebih cepat menimbulkan bau. Sementara itu, ayam yang mengalami memar dinilai memiliki risiko tersendiri apabila tidak segera ditangani setelah proses penyembelihan.
Cerita mengenai bahan baku dapur MBG kemudian berkembang ke persoalan harga. Pemilik akun yang sama mengaku pernah mendapat permintaan untuk menggunakan harga berbeda antara harga pembelian dan nilai yang tercantum dalam invoice.
“Kepala SPPG, stop ya minta harga dada fillet Rp33.000 per kg tapi invoice Rp56.000 per kg. Masih nyepamin gue, gue sebar nomor lu,” sambungnya.
Baca Juga: Keracunan MBG Berulang, Dapur 3.000 Porsi Disorot: Benarkah Program Ini Bawa Manfaat Ekonomi?
Pengakuan lain datang dari akun @gorengankemaren_. Pemilik akun tersebut menyebut dirinya menjual berbagai lauk frozen dengan harga berkisar Rp10.000 hingga Rp30.000 per porsi.
Ia mengaku pernah mendapat penawaran dari pihak yang disebut berkaitan dengan MBG dengan nilai jauh lebih rendah dari harga jual produknya.
“Gue jual lauk frozen 1 pack itu range Rp10.000 sampai Rp30.000, ditawar sama orang MBG Rp3.000 per porsi, bikin lauk harganya Rp3.000 per porsi. Pas gue cek di web ternyata ini cewek lumayan terkenal dan emang benar pimpinan salah satu kegiatan MBG,” tuturnya.
Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG Berastagi, BGN Siapkan Sanksi Berat hingga Pemecatan Kepala SPPG Berstatus ASN
Berbagai pengakuan tersebut membuat pembahasan mengenai supplier MBG kembali ramai. Salah satu isu yang paling banyak dibicarakan adalah permintaan beras broken yang disebut untuk kebutuhan program tersebut.
Dalam konteks kualitas pangan, beras broken pada dasarnya masih dapat dikonsumsi dengan ketentuan tertentu. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya juga pernah menjelaskan mengenai penggunaan beras broken dalam konteks standar dan campuran beras.
Di sisi lain, persoalan ayam memar yang disebut dalam unggahan tersebut ikut menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan bahan pangan yang akan diberikan kepada penerima manfaat.
Artikel Terkait
Kasus Keracunan MBG di Cimahi Diselidiki, Sampel Nasi Onigiri hingga Susu UHT Diuji di Labkes Jabar
Insiden Keracunan MBG di Anambas, 155 Warga Dilarikan ke RS, Operasional SPPG Air Asuk Dihentikan Sementara
Kejagung Buka Peluang Periksa Nanik Deyang dalam Kasus Korupsi MBG, Penyidik Masih Dalami Bukti
Kejagung Ungkap Chat Lodewyk Pusung dengan Istri Jadi Bukti Elektronik Kasus Korupsi MBG
Vonis Ibam Naik Jadi 5 Tahun dalam Kasus Korupsi Chromebook, Uang Pengganti Rp5 Miliar
Dugaan Korupsi Kredit Bank BJB KCK Banten Terbongkar, Dokumen Fiktif Picu Kerugian Negara Rp8,7 Miliar