36 Tahun HUMANIKA, Hamid Basyaib Ungkap Kisah Bursah Zarnubi dan Melly di Balik Perjalanan Organisasi Aktivis

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 20 September 2026 | 15:08 WIB
Hamid Basyaib membagikan cerita Bursah Zarnubi dan Melly Zarnubi dalam perjalanan HUMANIKA sejak berdiri pada 1990 hingga kini. (Dok. Bakom RI)
Hamid Basyaib membagikan cerita Bursah Zarnubi dan Melly Zarnubi dalam perjalanan HUMANIKA sejak berdiri pada 1990 hingga kini. (Dok. Bakom RI)

“Ceritanya meliput dengan ringkas sejarah HUMANIKA dan bagaimana ia ikut merawat perjalanan awalnya dengan selalu menyediakan sate ayam dan lontong untuk peserta diskusi bulanan di rumah kontrakan mereka di Gang Poncol yang sempit di Jakarta Selatan. Sumber biayanya adalah 20an persen dari gajinya, bukan gaji suaminya, di mana-mana sejak dahulu kala penganggur tentu tidak bergaji,” sambungnya.

Hamid menuturkan, Melly memiliki alasan tersendiri dalam menyediakan makanan bagi para peserta diskusi yang sebagian merupakan mahasiswa dan demonstran.

Melly, menurut Hamid, menganggap kondisi fisik para peserta juga perlu diperhatikan karena mereka menjalani aktivitas organisasi dan demonstrasi.

Pada kesempatan itu, Melly juga menceritakan bagaimana dirinya pernah membujuk Bursah agar diskusi HUMANIKA dilaksanakan di rumah. Menurut Hamid, keputusan tersebut memiliki alasan lain di baliknya.

“Melly dengan kocak juga buka kartu: ia membujuk Bursah supaya mengadakan diskusi rutin di rumah saja, tanpa mengungkapkan maksud aslinya. Yaitu untuk memutus rantai kebiasaan suaminya, yang kadang baru pulang jam 6 pagi, seolah lebih sibuk dari panglima pasukan yang sedang berperang melawan musuh negara,” ungkap Hamid lagi.

Baca Juga: Rumah ASN di Cileunyi Digerebek, Polisi Temukan 36 Pohon Ganja hingga Tanaman Berusia 4 Bulan

Risiko Melly dalam Menemani Perjalanan HUMANIKA

Hamid juga menggambarkan situasi yang dihadapi keluarga Bursah dan Melly ketika kegiatan HUMANIKA masih berlangsung di tengah pengawasan aparat pada era Orde Baru.

Menurutnya, Melly mengetahui aktivitas suaminya dan kegiatan HUMANIKA mendapat perhatian dari jaringan intelijen pemerintah saat itu.

Hamid menyebut Melly tetap mengambil risiko dengan terlibat dalam perjalanan organisasi. Ia kemudian menjalani karier politik hingga duduk di DPR melalui Partai Gerindra.

“Melly tahu kegiatan HUMANIKA dan gerak-gerik suaminya dipantau konstan oleh jaringan intel Orba yang seakan hadir di tiap tikungan jalan. Ia lalu memutuskan untuk mengambil risiko itu dan kini bertugas untuk periode ke-3 di DPR mewakili Partai Gerindra, mengalahkan Bursah yang hanya satu kali duduk di Senayan, satu lagi bukti sukses alumni universitas Humanika,” lanjut Hamid.

Baca Juga: Nusron Wahid Akhirnya Muncul di Tengah Kasus HGB Summarecon, Singgung Dugaan Dirinya Menghilang

Dalam acara peringatan 36 tahun HUMANIKA, Melly juga menyampaikan penghormatan kepada para senior yang menurutnya memiliki peran dalam perjalanan organisasi.

Salah satu nama yang mendapat ucapan terima kasih khusus adalah Hariman Siregar.

“Ia (Melly) menyampaikan terima kasih khusus kepada Hariman Siregar. ‘Saya sangat berterima kasih kepada Bang Hariman..’, kata Melly, agak terbata. ‘Dengan adanya Bang Hariman, kami merasa selalu terlindungi.’ Kita hanya bisa meraba-raba betapa beratnya kondisi keluarganya di masa-masa yang sulit itu, dengan tekanan ganda politik dan ekonomi,” tulis Hamid, menirukan sambutan Melly.Melly juga menyampaikan pesan kepada generasi muda dan para junior HUMANIKA agar tetap melanjutkan perjuangan untuk menghadirkan keadilan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X