“Kalau orang tua yang menyiapkan sendiri, kualitas gizi dan keamanan makanannya lebih bisa dipastikan,” ujarnya.
Charles juga menyinggung adanya dugaan “dapur fiktif” yang berpotensi menimbulkan penyalahgunaan dana. Ia menilai pemberian uang tunai akan membuat program lebih transparan dan mengurangi celah kecurangan.
Meski kritik terus bermunculan, pemerintah tetap pada pendiriannya untuk mempertahankan skema distribusi makanan siap santap.
Menurut Prasetyo, konsep ini sudah mempertimbangkan pemerataan dan kendali gizi secara nasional.
“Kita terus perbaiki, karena tujuannya agar anak-anak tetap mendapatkan makanan bergizi dan sehat,” pungkasnya.***