“Seenggaknya begitu makanannya datang kan bisa dilihat, warnanya ada berubah atau tidak, baunya aneh atau tidak, fisiknya berlendir atau tidak,” tutur Budi.
Langkah sederhana ini dianggap penting untuk menekan potensi keracunan sejak awal.
Pantauan Efektivitas Program
Selain keamanan, Kemenkes juga akan menilai efektivitas MBG terhadap status gizi anak. Penerima manfaat program akan diukur tinggi dan berat badannya setiap enam bulan sekali. Data tersebut kemudian disinkronkan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) anak sekolah.
“Setiap tahun sekali juga akan dilakukan survei gizi nasional, tidak hanya untuk stunting, tapi juga untuk anak usia di atas lima tahun. Dari situ kita bisa melihat perkembangan status gizi dan menjadi dasar kebijakan berikutnya,” kata Budi.
Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap program MBG tidak hanya aman dikonsumsi, tetapi juga benar-benar bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan gizi siswa sekolah.***