Menanggapi kritik tersebut, Purbaya menyatakan perbedaan angka subsidi bisa terjadi karena perbedaan metode perhitungan antara kementerian.
Ia menegaskan, meski cara menghitung berbeda, besaran anggaran subsidi tetap tidak berubah.
“Saya yakin pada akhirnya besarannya sama juga kok. Uangnya segitu-segitu saja,” katanya.
Misbakhun mengingatkan, yang menjadi prioritas adalah keberlanjutan subsidi agar benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat miskin dan rentan.
Ia menutup dengan menekankan pentingnya pembaruan data serta penguatan koordinasi lintas kementerian agar subsidi LPG 3 Kg tidak menimbulkan kebingungan publik.***