Bagi mahfud md, persoalan ini dapat berdampak luas pada sektor ekonomi. Investor membutuhkan sistem yang bersih dan penegakan hukum yang konsisten agar tidak menghadapi risiko tambahan di luar mekanisme bisnis.
"Karena aset kemajuan suatu bangsa itu kan 44 persennya di (bidang) hukum," sebutnya.
"Kekayaan kita yang katanya paling luar biasa di dunia hanya 23 persen kontribusinya terhadap suatu bangsa," imbuh Mahfud.
Baca Juga: Hari Jadi Garut ke-213 Tahun, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin Ziarah ke Makam Bupati Terdahulu
KPK dan Evaluasi Pemberantasan Korupsi
Selain faktor kepastian hukum, mahfud md juga menyoroti peran kpk dalam konteks turunnya skor ipk. Ia menduga lemahnya penindakan pada 2025 menjadi salah satu faktor yang memengaruhi persepsi publik.
"Saya melihat kalau dari sudut pemerintahan, kan lebih banyak slogannya," tutur Mahfud.
"Sementara di lapangan, agak kurang kuat terutama KPK di tahun lalu kan memang lemah sekali seperti nggak kerja apa-apa," tandasnya.***