Komitmen BRI dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya penguatan ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan sebagaimana menjadi prioritas dalam Asta Cita, tercermin melalui realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai Rp167,01 triliun kepada 2,7 juta debitur hingga akhir September 2026. Capaian tersebut setara dengan 87,9% dari total alokasi KUR BRI tahun 2026 sebesar Rp190 triliun.
Dukungan BRI terhadap penguatan sektor produktif juga tercermin dari penyaluran KUR sebesar Rp114,76 triliun atau 68,71% yang diarahkan kepada sektor produksi. Dari jumlah tersebut, sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan menjadi kontributor terbesar dengan porsi mencapai 42,82%.
“BRI terus mengarahkan pembiayaan kepada sektor-sektor yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. KUR menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung agenda pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dan membangun ekonomi nasional dari tingkat akar rumput,” lanjut Hery.
Baca Juga: Gempa Flores NTT, BRI Peduli Bergerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak
4. Holding Ultra Mikro BRI Buka Peluang Ekonomi Lebih Luas bagi Jutaan Masyarakat
Upaya pemerintah mewujudkan pemerataan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat turut didukung BRI melalui Holding Ultra Mikro bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian.
Melalui ekosistem ini, BRI mengambil peran strategis dalam memperluas kesempatan masyarakat untuk mengakses layanan keuangan formal serta pendampingan usaha sesuai kebutuhan dan perkembangan usahanya. Hal ini juga membuka peluang bagi nasabah ultra mikro untuk terus berkembang melalui mekanisme graduasi atau naik kelas, sehingga semakin banyak pelaku usaha kecil memiliki kesempatan meningkatkan produktivitas dan daya saing.
Tercatat, hingga Triwulan II 2026, Holding UMi telah berhasil melayani 33,8 juta debitur aktif serta mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro. Sinergi tersebut juga telah mendorong sekitar 2,3 juta debitur naik kelas, mencerminkan perjalanan nasabah dari segmen yang lebih kecil menuju akses layanan dan pembiayaan yang semakin luas.
“Bagi kami, keberhasilan terbesar bukan hanya ketika seseorang memperoleh pembiayaan. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika usahanya tumbuh, pendapatannya meningkat, kemampuan menabungnya semakin baik, dan kemudian dia mampu mengakses layanan keuangan yang lebih luas sehingga meningkatkan kesejahteraan. Karena itu, naik kelas menjadi salah satu agenda penting yang akan terus kami dorong,” jelas Hery.
5. BRI Dorong Peningkatan Kapasitas dan Daya Saing UMKM melalui Program Pemberdayaan
Selain memperluas pembiayaan, BRI mendorong pelaku usaha dan desa agar memiliki kapasitas yang semakin kuat untuk tumbuh secara berkelanjutan. Pendekatan tersebut dijalankan melalui berbagai program pemberdayaan yang menyentuh pengembangan usaha, kelembagaan, digitalisasi, hingga perluasan akses pasar.
Hingga September 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 6.351 desa di seluruh Indonesia. Sementara melalui KlasterkuHidupku, BRI telah mengembangkan lebih dari 45 ribu klaster usaha untuk membangun ekosistem usaha produktif berbasis komunitas.
Ekosistem tersebut diperkuat melalui linkumkm by BRI yang telah dimanfaatkan lebih dari 17,6 juta pelaku UMKM, serta 54 Rumah BUMN yang telah menyelenggarakan lebih dari 19.525 pelatihan dengan sekitar 654.351 UMKM terdaftar.