Pernyataan Menko PMK Sugiono tersebut muncul setelah Kalam Salan menyinggung persoalan asap akibat Karhutla Indonesia yang disebut berdampak pada Malaysia. Anggota Parlemen Malaysia itu bahkan menggunakan bahasa Jawa saat menyampaikan pesannya terkait kondisi asap dan kesehatan masyarakat.
Sorotan tersebut menambah perhatian terhadap dampak kabut asap lintas batas yang tidak hanya dirasakan di wilayah Indonesia, tetapi juga menjadi kekhawatiran negara tetangga.
Pemerintah Indonesia menyatakan koordinasi terus dilakukan melalui jalur diplomatik dan teknis untuk menangani karhutla. Dalam upaya tersebut, Menko PMK Sugiono menyebut komunikasi antarpemerintah serta peran BNPB menjadi bagian dari langkah bersama menghadapi dampak kabut asap.***