Pernyataan Menko PMK Sugiono tersebut muncul setelah Kalam Salan menyinggung persoalan asap akibat Karhutla Indonesia yang disebut berdampak pada Malaysia. Anggota Parlemen Malaysia itu bahkan menggunakan bahasa Jawa saat menyampaikan pesannya terkait kondisi asap dan kesehatan masyarakat.
Sorotan tersebut menambah perhatian terhadap dampak kabut asap lintas batas yang tidak hanya dirasakan di wilayah Indonesia, tetapi juga menjadi kekhawatiran negara tetangga.
Pemerintah Indonesia menyatakan koordinasi terus dilakukan melalui jalur diplomatik dan teknis untuk menangani karhutla. Dalam upaya tersebut, Menko PMK Sugiono menyebut komunikasi antarpemerintah serta peran BNPB menjadi bagian dari langkah bersama menghadapi dampak kabut asap.***
Artikel Terkait
Izin Rudy Mas'ud ke Singapura Disorot Saat Karhutla Kaltim Belum Tuntas, Kemendagri Minta Bukti soal Dugaan Nonton F1
Karhutla Bromo Tewaskan Empat Orang, Asap Pekat dan Angin Berubah Arah Bikin Tim Terjebak
Api Karhutla Dekati Pondok Ladang di Kutai Barat Kaltim, Relawan Kewalahan Hadapi Keterbatasan Alat dan Air
Prabowo Perintahkan Penanganan Karhutla Diperluas, Pesawat Hercules Disiapkan Perkuat Operasi Dry Ice
Korban Karhutla Gunung Bromo Bertambah, Relawan Munawi Meninggal Usai Alami Luka Bakar di Atas 50 Persen
Karhutla Jadi Perhatian Pemerintah, Mendagri Tito Karnavian Tegaskan Perusahaan Terlibat Bakal Ditindak Tegas
Api Karhutla Gunung Lawu Meluas Dekati Candi Cetho, 300 Personel Dikerahkan dan Water Bombing Terkendala Cuaca
Karhutla Papua Selatan Bakar Ladang Sagu di Merauke, Warga Adat Berjuang Selamatkan Warisan Leluhur