Komisi II DPRD Jawa Barat Dorong Pelatihan Agen Hayati untuk Petani Kota Tasikmalaya Atasi Hama Secara Mandiri

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 8 Januari 2025 | 22:34 WIB
Wakil Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat, Lina Ruslinawati mendukung pelatihan berbasis agen hayati menjadi solusi inovatif untuk mendukung kemandirian petani di Kota Tasikmalaya. (Humas DPRD Jabar)
Wakil Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat, Lina Ruslinawati mendukung pelatihan berbasis agen hayati menjadi solusi inovatif untuk mendukung kemandirian petani di Kota Tasikmalaya. (Humas DPRD Jabar)

 

Mediapriangan.com - Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat melakukan pemantauan intensif terhadap pelaksanaan pengendalian hama pada tanaman pangan dan hortikultura.

Fokus utama pemantauan Komisi II DPRD Jawa Barat adalah pelatihan teknis bagi petani dalam mengatasi masalah hama dan penyakit tanaman secara mandiri dan berkelanjutan.

Kegiatan ini berlangsung dalam kunjungan kerja ke Satuan Wilayah V Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura di Kota Tasikmalaya.

Baca Juga: Anwar Usman Dilarikan ke Rumah Sakit, Sidang Sengketa Pilkada 2024 Ditunda, Hakim MK Harus Bergiliran Jalani Tugas

Wakil Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat, Lina Ruslinawati, menyatakan bahwa pelatihan berbasis agen hayati menjadi solusi inovatif untuk mendukung kemandirian petani sekaligus menekan penggunaan pestisida kimia.

"Saat ini, petugas memberikan bimbingan teknis kepada petani tentang cara mengendalikan hama dan penyakit menggunakan agen hayati,"ujar Lina Ruslinawati di Kota Tasikmalaya, pada Rabu, 8 Januari 2025.

Manfaat Agen Hayati dan Kemandirian Petani

Menurut Lina, penggunaan agen hayati tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga membantu petani mengurangi biaya produksi.

Baca Juga: MCU Gratis untuk yang Berulang Tahun Mulai Februari 2025, Simak Cara Mendapatkannya dan Syarat Lengkapnya di Sini

"Langkah ini sangat penting untuk mencegah serangan hama, meskipun kita masih berada di musim tanam," tambahnya.

Pelatihan ini memberikan kemampuan baru bagi petani untuk mengelola lahan secara lebih efisien tanpa bergantung pada pestisida kimia.

“Dengan pelatihan ini, petani tidak hanya lebih mandiri tetapi juga berkontribusi pada pertanian yang berkelanjutan. Ini adalah solusi tepat yang berdampak positif pada lingkungan dan ekonomi petani,” jelasnya.

Baca Juga: Akibat Terjerat Suap Rp4,67 Miliar, Tersangka Hakim PN Surabaya Dimarahi Istri: Saldo ATM Keluarga Nol Rupiah, Pak!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X