Mediapriangan.com - Program Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah 2025 menjadi ruang evaluasi penting untuk memotret kondisi kebencanaan di Jawa Barat, terutama di tengah naiknya dampak bencana dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam kegiatan yang digelar di Aula Ponpes Nurul Amal Cijeungjing, Ciamis, Anggota DPRD Jawa Barat H. Didi Sukardi memaparkan perkembangan terbaru penanganan bencana di provinsi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi tersebut.
Acara yang mengusung tema Potensi, Mitigasi dan Penanganan Bencana Provinsi Jawa Barat ini diikuti oleh 130 peserta dari berbagai unsur masyarakat, mencerminkan besarnya perhatian terhadap penguatan mitigasi di daerah.
Baca Juga: Anggota DPRD Jawa Barat Didi Sukardi Soroti Peran Muhammadiyah pada Milad ke-113
Berdasarkan Data Bencana Jawa Barat hingga 5 November 2025, tercatat 1.259 kejadian bencana sejak awal tahun. Angka ini menegaskan kuatnya urgensi program Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah 2025 dalam merespons dinamika kebencanaan.
Meski jumlah kejadian menurun dibanding dua tahun sebelumnya, dampak kerusakan dan korban justru mengalami peningkatan signifikan, menjadi sorotan penting bagi para peserta.
Bencana hidrometeorologi masih mendominasi sepanjang tahun, mencakup 647 kejadian cuaca ekstrem, 360 tanah longsor, 229 banjir, 12 kebakaran lahan, serta lima kejadian gempa bumi dan lima kasus kekeringan.
Tidak ada catatan tsunami maupun letusan gunung api pada 2025.
Dampaknya pun luas, 1.620 rumah rusak berat, 3.452 rusak sedang, 8.392 rusak ringan, 127.893 warga terdampak langsung, serta 605.143 warga yang tercatat mengungsi maupun terdampak. Tercatat pula 74 korban meninggal dunia.
Tren bencana pada 2023-2025 menunjukkan penurunan jumlah kejadian, masing-masing 2.050 pada 2023, 1.873 pada 2024, dan 1.259 pada 2025.
Namun, peningkatan korban jiwa dan kerusakan rumah pada 2025 menandakan risiko yang semakin besar di Jawa Barat, memperkuat pentingnya penguatan mitigasi bencana.
Baca Juga: Didi Sukardi Ajak Ayah di Ciamis Tanam Pohon Bersama Anak di Hari Ayah Nasional 2025
Artikel Terkait
Bencana Hidrometeorologi Terjang Kabupaten Tasikmalaya, Banjir, Longsor dan Rumah Roboh
BNPB Catat 27 Bencana 29-30 September 2025, dari Banjir, Longsor, Kekeringan hingga Karhutla di Sejumlah Daerah
Diterjang Banjir dan Longsor, 1.800 Warga Sukabumi Mengungsi: BPBD Sebut Bencana Terbesar Tahun Ini
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya Ingatkan Warga soal Ancaman Longsor dan Banjir Saat Apel Siaga Bencana
Rakor Lintas Sektoral Penanganan Bencana di Tasikmalaya, Wabup Asep Ingatkan Risiko Tinggi di 400 Titik Rawan
KSB Cipatujah Tanamkan Kesiapsiagaan Bencana Sejak Dini di PAUD Ash Shobirin