Ia menilai kejadian semacam ini memperburuk Penanganan Banjir Sumatera dan menunjukkan lemahnya kontrol kebijakan.
Diskusi berlanjut pada isu Deforestasi 2025 yang dipaparkan Menteri Kehutanan. Usman mempertanyakan klaim penurunan deforestasi karena dinilai tidak sejalan dengan kondisi di lapangan.
“Bapak menayangkan tadi deforestasi di tiga provinsi, tahun 2025, Masyaallah, turun Pak. Siapa yang nanam terus siapa yang nanam setahun ini Pak?” tanyanya.
Baca Juga: BNPB Sebut Korban Tragedi Banjir Bandang Sumatera Capai 303 Jiwa, Sumut Tertinggi
Ia kembali mengaitkan pernyataan tersebut dengan situasi Penanganan Banjir Sumatera, yang menandakan adanya ketidaksesuaian antara data kementerian dan realitas daerah.
Usman juga menutup kritiknya dengan menekankan logika sederhana yang menurutnya tidak masuk akal jika data deforestasi benar-benar menurun.
“Justru yang Bapak kata penurunan itu malah banjir, kalau dengan logika itu, kalau gitu jangan kita turunkan Pak deforestasinya, biar aja begitu, supaya enggak banjir,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
BNPB Catat 27 Bencana 29-30 September 2025, dari Banjir, Longsor, Kekeringan hingga Karhutla di Sejumlah Daerah
Diterjang Banjir dan Longsor, 1.800 Warga Sukabumi Mengungsi: BPBD Sebut Bencana Terbesar Tahun Ini
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya Ingatkan Warga soal Ancaman Longsor dan Banjir Saat Apel Siaga Bencana
Wali Kota Medan Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir hingga 11 Desember, Isu Kelangkaan BBM Muncul
BNPB Sebut Korban Tragedi Banjir Bandang Sumatera Capai 303 Jiwa, Sumut Tertinggi
Material Kayu di Lokasi Banjir Sumatera Jadi Sinyal Kerusakan Hulu, DPR Siapkan Evaluasi Kehutanan