TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Aksi evaluasi satu tahun kinerja Wali Kota Tasikmalaya Viman-Diky yang digelar mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan Balekota Tasikmalaya, Jumat (30/1/2026), dan berujung pada dinamika di lapangan, mendapat perhatian dari berbagai kalangan.
Sejumlah pihak menilai, situasi tersebut tidak lepas dari tersumbatnya ruang dialog yang seharusnya dapat dijadikan wadah komunikasi terbuka antara pemerintah daerah dan mahasiswa.
Ketiadaan audiensi yang bermartabat dinilai turut memperbesar jarak pemahaman, sehingga berpotensi menimbulkan kesan kurang terbukanya ruang kritik dalam tata kelola pemerintahan daerah.
Baca Juga: Mahasiswa PMII Tasikmalaya Gelar Aksi Evaluasi Setahun Kepemimpinan Wali Kota, Soroti Layanan Publik
Sekretaris Umum IKA PMII Kota Tasikmalaya sekaligus Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PC PMII Kota Tasikmalaya, Myftah Farid menyampaikan keprihatinannya atas dinamika yang terjadi dalam aksi evaluasi tersebut.
“Sangat disayangkan, sebuah aksi evaluasi yang berangkat dari niat intelektual dan kepedulian terhadap daerah harus diwarnai ketegangan, yang salah satunya dipicu oleh terbatasnya ruang dialog,” ujar Farid, Minggu (1/2/2026).
Menurut Farid, jargon “Terkoneksi Tanpa Spasi” yang selama ini disampaikan Wali Kota sejatinya mencerminkan semangat keterbukaan dan kedekatan dengan masyarakat.
Baca Juga: Penertiban Tambang Ilegal Galian C Bungursari, Membuka Polemik Ditubuh PDIP Kota Tasikmalaya
Namun, semangat tersebut diharapkan dapat terwujud secara nyata melalui kehadiran langsung dan dialog terbuka, bukan justru menghadirkan jarak simbolik berupa pagar dan barikade pengamanan.
“Kami menilai, ketidakhadiran Wali Kota Tasikmalaya secara langsung di tengah massa aksi menjadi salah satu faktor yang meningkatkan eskalasi di lapangan,” ungkapnya.
Farid juga mengajak seluruh pihak, termasuk aparat keamanan, untuk menyampaikan keterangan secara proporsional dan berhati-hati.
Ia menilai, penyampaian informasi terkait dugaan penggunaan senjata tajam yang hanya didasarkan pada indikasi ringan perlu ditelaah secara cermat agar tidak menimbulkan stigma negatif terhadap gerakan mahasiswa.
Baca Juga: Sidak DPRD Kota Tasikmalaya Ungkap Keluhan Warga soal Galian C di Bungursari
Artikel Terkait
DPRD Nilai Sistem Abodemen PJU Boros, Anggaran Listrik Kota Tasikmalaya Tembus Rp30 Miliar per Tahun
Penjualan Online Kian Marak, 40 Persen Pedagang Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya Gulung Tikar
Perahu di Obyek Wisata Situ Gede Kota Tasikmalaya Resmi Dilarang Bunyikan Telolet
Larangan Telolet di Situ Gede Kota Tasikmalaya Dikeluhkan Tukang Perahu Wisata, Dinilai Berdampak ke Penghasilan
Langkah DPRD Kota Tasikmalaya Respons Aduan Lingkungan, Proyek Lapang Padel Terancam Disegel
Evaluasi OHAN Hafidz Tahap Pertama, Pemerintah Kota Tasikmalaya Perkuat Program Tasik Religius