Ketika Ruang Dialog Tersumbat, Evaluasi Mahasiswa terhadap Wali Kota Tasikmalaya Mengemuka

photo author
Asep M.S, Media Priangan
- Minggu, 1 Februari 2026 | 10:26 WIB
Sekretaris Umum IKA PMII Kota Tasikmalaya sekaligus Mabincab PC PMII Kota Tasikmalaya, Myftah Farid, menyampaikan keprihatinan atas dinamika dalam aksi  evaluasi kinerja Wali Kota Tasikmalaya, pada Jumat (30/1/2026). (Dok. Asep M.S)
Sekretaris Umum IKA PMII Kota Tasikmalaya sekaligus Mabincab PC PMII Kota Tasikmalaya, Myftah Farid, menyampaikan keprihatinan atas dinamika dalam aksi  evaluasi kinerja Wali Kota Tasikmalaya, pada Jumat (30/1/2026). (Dok. Asep M.S)

 

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Aksi evaluasi satu tahun kinerja Wali Kota Tasikmalaya Viman-Diky yang digelar mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan Balekota Tasikmalaya, Jumat (30/1/2026), dan berujung pada dinamika di lapangan, mendapat perhatian dari berbagai kalangan.

Sejumlah pihak menilai, situasi tersebut tidak lepas dari tersumbatnya ruang dialog yang seharusnya dapat dijadikan wadah komunikasi terbuka antara pemerintah daerah dan mahasiswa.

Ketiadaan audiensi yang bermartabat dinilai turut memperbesar jarak pemahaman, sehingga berpotensi menimbulkan kesan kurang terbukanya ruang kritik dalam tata kelola pemerintahan daerah.

Baca Juga: Mahasiswa PMII Tasikmalaya Gelar Aksi Evaluasi Setahun Kepemimpinan Wali Kota, Soroti Layanan Publik

Sekretaris Umum IKA PMII Kota Tasikmalaya sekaligus Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PC PMII Kota Tasikmalaya, Myftah Farid menyampaikan keprihatinannya atas dinamika yang terjadi dalam aksi evaluasi tersebut.

“Sangat disayangkan, sebuah aksi evaluasi yang berangkat dari niat intelektual dan kepedulian terhadap daerah harus diwarnai ketegangan, yang salah satunya dipicu oleh terbatasnya ruang dialog,” ujar Farid, Minggu (1/2/2026).

Menurut Farid, jargon “Terkoneksi Tanpa Spasi” yang selama ini disampaikan Wali Kota sejatinya mencerminkan semangat keterbukaan dan kedekatan dengan masyarakat.

Baca Juga: Penertiban Tambang Ilegal Galian C Bungursari, Membuka Polemik Ditubuh PDIP Kota Tasikmalaya

Namun, semangat tersebut diharapkan dapat terwujud secara nyata melalui kehadiran langsung dan dialog terbuka, bukan justru menghadirkan jarak simbolik berupa pagar dan barikade pengamanan.

“Kami menilai, ketidakhadiran Wali Kota Tasikmalaya secara langsung di tengah massa aksi menjadi salah satu faktor yang meningkatkan eskalasi di lapangan,” ungkapnya.

Farid juga mengajak seluruh pihak, termasuk aparat keamanan, untuk menyampaikan keterangan secara proporsional dan berhati-hati.

Ia menilai, penyampaian informasi terkait dugaan penggunaan senjata tajam yang hanya didasarkan pada indikasi ringan perlu ditelaah secara cermat agar tidak menimbulkan stigma negatif terhadap gerakan mahasiswa.

Baca Juga: Sidak DPRD Kota Tasikmalaya Ungkap Keluhan Warga soal Galian C di Bungursari

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X