Dia juga menyinggung fakta bahwa target retribusi parkir Kota Tasikmalaya kerap tidak tercapai dari tahun ke tahun. Di sisi lain, keluhan soal sistem parkir tanpa karcis serta lemahnya pengawasan di lapangan terus berulang.
"Tidak dibukanya data parkir Pasar Cikurubuk dinilai berpotensi menjadi pembiaran terhadap kebocoran PAD," Katanya.
"Jika pengelolaan parkir Pasar Cikurubuk dilakukan secara benar, tidak ada alasan untuk menyembunyikan target, realisasi, maupun mekanisme penyetorannya ke kas daerah,” ujar Iwok menambahkan.
Iwok mendesak, Pemkot Tasikmalaya dan UPTD Pasar Cikurubuk untuk berhenti berlindung di balik angka agregat dan mulai membuka data secara spesifik kepada publik.
Setidaknya, ada empat hal yang dinilai wajib diketahui masyarakat, yakni target retribusi parkir Pasar Cikurubuk per tahun, realisasi penerimaannya, pihak pemungut di lapangan, serta sistem pengawasannya.
"Jika keterbukaan terus dihindari, maka wajar bila muncul pertanyaan yang lebih keras, bahkan tuntutan yang lebih serius," terang Iwok.
Capaian pendapatan parkir Pasar Cikurubuk 100 persen
Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya, Sofian Zaenal Mutaqien, S.STP, M.Si, mengklaim bahwa narasi capaian pendapatan parkir di Pasar Cikurubuk di bawah kewenangan UPTD telah mencapai target.
"Yang dikelola UPTD hanya Blok A1, A2, dan B1 atau blok bagian tengah sudah mencapai target. Di luar itu, UPTD tidak punya kewenangan menarik parkir. Kalau pun ada penarikan, itu kemungkinan oleh Dishub atau pihak lain," ujar Sofian.
Capaian itu hanya berlaku pada area terbatas yang berada di bawah kendali UPTD, bukan keseluruhan kawasan pasar yang setiap hari dipadati ribuan kendaraan.
Baca Juga: DPRD Sebut, Kebijakan Parkir No Karcis, No Bayar Hanya Kosmetik Tanpa Substansi
Hal senada diungkapkan Kepala UPTD Pasar Cikurubuk, Deri Herlisana, S.IP. Ia menyebut target pendapatan parkir UPTD itu Rp126 juta per tahun dan sudah tercapai 100 persen.
"Tapi itu sesuai kewenangan kami, hanya di blok tengah. Kalau bicara Pasar Cikurubuk secara keseluruhan, sangat mungkin nilainya jauh lebih besar,” kata Deri.
Artikel Terkait
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Lepas Kontingen Seni Tasikmalaya ke Thailand Culture Exchange Festival 2026
Penertiban Tambang Ilegal Galian C Bungursari, Membuka Polemik Ditubuh PDIP Kota Tasikmalaya
Hari Braille Sedunia di Kota Tasikmalaya, Literasi Braille Didorong Jadi Hak Dasar Penyandang Tunanetra
Ketika Ruang Dialog Tersumbat, Evaluasi Mahasiswa terhadap Wali Kota Tasikmalaya Mengemuka
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Sebut Cibeureum Jadi Contoh Tata Kelola Pembangunan Kecamatan
Musrenbang Kecamatan Cipedes, DPRD Kota Tasikmalaya Tegaskan SIPD Jadi Kunci Realisasi Usulan Warga