Pascabanjir Aceh, Warga Aceh Tamiang Bertahan dengan Gabah Terendam Banjir Meski Bau dan Bertunas

photo author
Yiyin Sulastri, Media Priangan
- Sabtu, 7 Februari 2026 | 13:52 WIB
Pascabanjir Aceh, Warga Aceh Tamiang memilah Gabah Terendam Banjir agar tetap bisa dikonsumsi. (Instagram/robi16.official)
Pascabanjir Aceh, Warga Aceh Tamiang memilah Gabah Terendam Banjir agar tetap bisa dikonsumsi. (Instagram/robi16.official)

Situasi ini menggambarkan betapa Warga Aceh Tamiang masih berjuang memulihkan kehidupan setelah bencana.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyampaikan bahwa hingga kini Aceh Tamiang masih termasuk daerah dengan status tanggap darurat. Bersama Aceh Tengah dan Pidie Jaya, wilayah tersebut dinilai masih membutuhkan perhatian khusus dalam penanganan Pascabanjir Aceh.

Meski secara umum Provinsi Aceh telah memasuki masa transisi darurat menuju pemulihan, kondisi Warga Aceh Tamiang dinilai belum sepenuhnya stabil.

Baca Juga: Duel Penentuan Proliga 2026 Hari Ini, Jakarta Electric PLN Tantang Ambisi Bandung BJB Tandamata di Seri Malang

Akses ke sejumlah wilayah masih terbatas, sementara distribusi bantuan logistik belum merata, membuat pemanfaatan Gabah Terendam Banjir menjadi pilihan terakhir.

Berdasarkan pengumuman Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, masa transisi darurat menuju pemulihan ditetapkan berlangsung selama 90 hari, terhitung sejak 29 Januari hingga 29 April 2026.

Selama periode tersebut, penanganan Pascabanjir Aceh difokuskan pada pemulihan infrastruktur, pemenuhan kebutuhan dasar, dan dukungan bagi Warga Aceh Tamiang yang masih bertahan dengan segala keterbatasan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X