"Tidak mungkin hasil seleksi dibatalkan hanya karena tekanan pihak tertentu," tegasnya.
Lebih lanjut, Hoho Alkaf juga menilai video yang beredar luas tidak sepenuhnya menunjukkan rangkaian peristiwa yang sebenarnya terjadi saat demo LSM Purwasaba berlangsung.
Menurut Kades Purwasaba tersebut, rekaman yang viral hanya memperlihatkan momen ketika dirinya sudah berada di belakang kendaraan pengamanan di lokasi kejadian di Banjarnegara.
Baca Juga: Teror Air Keras ke Andrie Yunus, Polisi Usut Kasus Aktivis KontraS di Jakarta
"Di video itu memang suruh keluar semua, tapi kenyataannya tidak seperti itu. Dan ada yang bilang saya tidak dikeroyok," terang Hoho.
"Memang di video itu saya sudah diamankan karena sudah di belakang mobil," jelasnya.
Pasca insiden itu, Hoho Alkaf menyatakan akan menempuh langkah hukum untuk mencari keadilan atas peristiwa yang dialaminya sebagai Kades Purwasaba di Banjarnegara.
Ia juga menyoroti penanganan situasi di lokasi saat demo LSM Purwasaba berlangsung, dan menyampaikan harapannya agar proses hukum berjalan secara adil.
"Saya pejabat pemerintah sudah melaksanakan pekerjaan sebaik-baiknya. Saya minta keadilan kepada Camat, Bupati, hingga Propam Mabes Polri," tandasnya.***
Artikel Terkait
Proliga 2026 Final Four, Gresik Phonska Plus Incar Sejarah Juara Perdana di Tengah Tekanan Tim Kuat Berpengalaman
Cara Mudah Buat Stiker dan Menggunakan Pembuat Logo Online untuk Branding Kreatif
OJK Tasikmalaya Gelar Buka Bersama Media, Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Priangan Timur
Pengamat Tasikmalaya Ingatkan Bahaya Tambang Pasir Ilegal: Kerusakan Alam Bisa Picu Banjir Rob
Harga Telur melonjak di Kota Tasikmalaya, warga berburu telur pecah di Pasar Cikurubuk jelang Lebaran
Novel Baswedan Soroti Kasus Andrie Yunus, Sebut Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Diduga Terencana