Gandeng Kemenag, Wabup Tasikmalaya Inisiasi Kolaborasi Lintas Sektor untuk Sisir Kasus Anak Tidak Sekolah

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 15 April 2026 | 22:32 WIB
Wabup Tasikmalaya berupaya memperkuat SDM daerah dengan target meniadakan kasus anak tidak sekolah di Kabupaten Tasikmalaya. (Dok. Dishubkominfo)
Wabup Tasikmalaya berupaya memperkuat SDM daerah dengan target meniadakan kasus anak tidak sekolah di Kabupaten Tasikmalaya. (Dok. Dishubkominfo)

 

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Sebuah langkah integratif diambil Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya dalam mengurai benang kusut problematika pendidikan di wilayahnya.

Kekuatan struktur lembaga keagamaan kini terus dioptimalkan untuk menjangkau titik-titik yang selama ini sulit ditembus oleh jalur birokrasi biasa.

Dalam forum koordinasi di Aula Wiratanuningrat pada Rabu (15/4/2026), Wakil Bupati Tasimalaya H. Asep Sopari Al-Ayubi menekankan bahwa sektor pendidikan tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri.

Pria yang karib disapa Wabup Asep ini secara khusus mendorong Dinas Pendidikan untuk menjalin kemitraan erat dengan Kementerian Agama.

Baca Juga: ASN Pemkot Tasikmalaya Dilarang Bawa Kendaraan BBM Tiap Rabu, Uji Coba CFD ASN Mulai Berlaku!

Keterlibatan Kemenag dinilai krusial karena memiliki jaringan institusi yang sangat luas.

Melalui strategi ini, pemetaan data pendidikan solutif diharapkan dapat segera tercipta guna menanggulangi fenomena anak tidak sekolah secara lebih presisi hingga ke tingkat akar rumput.

“Maka rapat sekarang itu pak kadis saya betul-betul mensupport apa yang dilakukan pak kadis, berkolaborasi dengan kemenag, karena kemenag juga punya struktur pendidikan yang begitu besar,” ungkap Wabup Asep saat memberikan arahan strategis.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa esensi dari kemajuan daerah bermuara pada kualitas SDM yang unggul.

Baca Juga: Jelang Pemeriksaan BPK, Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Perkuat Sinergi dan Tata Kelola Dana BOSP

Baginya, indikator kemakmuran ekonomi tidak akan memiliki arti tanpa adanya transformasi kapasitas intelektual masyarakat yang dijamin oleh negara.

“Kalaupun kita ekonomi maju, kesehatan kita bagus, tetap tidak akan dinilai berhasil pembangunan kalau pembangunan sumber daya manusianya tidak meningkat. Pembangunan SDM tidak lain adalah melalui jalur pendidikan, baik formal maupun non formal,” tegasnya.

Oleh karena itu, penyelarasan data lapangan menjadi prioritas utama. Wabup Asep meminta jajaran Satgas ATS segera merumuskan langkah konkret sehingga angka anak tidak sekolah di Kabupaten Tasikmalaya dapat ditekan melalui pemetaan data pendidikan solutif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X