Aksi Relawan Clean Up Masjid Agung Tasikmalaya, Bertaruh Ketinggian demi Kebersihan

photo author
Asep M.S, Media Priangan
- Senin, 13 April 2026 | 16:34 WIB
Sejumlah relawan Clean Up Masjid Agung beraksi dengan sistem keselamatan kerja yang memadai saat membersihkan bagian atap Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Minggu (12/4/2026). (Dok. AMS)
Sejumlah relawan Clean Up Masjid Agung beraksi dengan sistem keselamatan kerja yang memadai saat membersihkan bagian atap Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Minggu (12/4/2026). (Dok. AMS)

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Kolaborasi lintas komunitas yang tergabung dalam komunitas Tasik Caving Community (TCC) menggelar kegiatan "Clean Up Masjid Agung" yaitu aksi bersih-bersih Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Minggu (12/4/2026).

Sekitar 250 relawan pejuang kebersihan turun tangan bersihkan kubah masjid dengan disikat pakai tali vertikal. Pelataran, toilet, sarana ibadah semua disapu habis tanpa drama.

Kolaborasi lintas komunitas tumpah-ruah, termasuk pecinta alam dan komunitas, semua merapat dengan satu target membersihkan masjid kebanggaan Kota Tasikmalaya serta membangun rasa peduli dan menghilangkan budaya jorok di tempat ibadah.

Baca Juga: Penerapan Parkir Non Tunai, Cegah Kebocoran Pendapatan Parkir di Kota Tasikmalaya

Dengan menggunakan teknik vertikal, lengkap dengan peralatan pengamanan kerja di ketinggian, relawan melakukan aksi bersih-bersih hingga atap dan menara masjid.

Dalam kegiatan tersebut, misi gabungan edukasi keselamatan kerja di ketinggian dipraktikkan langsung oleh sejumlah relawan sekaligus memberikan edukasi kepada sejumlah pengurus masjid, agar selalu menerapkan protokol pengamanan atau tidak nekat kerja di ketinggian tanpa pengaman.

Ketua Pelaksana, Nisan Santoso, mengatakan, gerakan ini merupakan langkah awal praktek kerja di ketinggian dengan wajib menggunakan standar keselamatan.

Baca Juga: Dua SPPG di Kota Tasikmalaya Disetop, Masalah Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dan Kualitas Air Mencuat

"Nggak ada tawar-menawar, wajib aman dan harus profesional," ungkapnya.

Hal senada diungkapkan safety officer Clean Up Vertical, Eris Krismayanto dari AREI Nasional.

"Keselamatan kerja di ketinggian itu harga mati dan buat pegiat outdoor, kontraktor, instansi, pemerintah dan lainnya, alat vertical beda dengan panjat tebing, tapi di sini kita saling support dan saling ajar. Maka stop kerja asal-asalan karena nyawa taruhannya," terang Eris.

Ke depan, kata dia, gerakan tersebut wajib dilanjut. Nggak cuma masjid, tapi semua fasilitas publik seperti sekolah dan pabrik.

Baca Juga: Penanganan Sampah di Kota Tasikmalaya Belum Maksimal, Sampah Lebaran Masih Menumpuk di Jalan Paseh

"Kolaborasi seperti ini harus menular biar daerah lain ngebet bikin aksi serupa di daerahnya," ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X