“Jadilah pemimpin yang tidak hanya berintegritas, tetapi juga responsif dan mampu mengedepankan kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Bupati juga memberi perhatian serius terhadap percepatan transformasi digital di lingkungan pemerintahan daerah. Menurutnya, digitalisasi pelayanan publik harus mampu memberikan dampak nyata, bukan sekadar formalitas peluncuran aplikasi.
“Saya menuntut integrasi layanan digital yang nyata, bukan sekadar peluncuran aplikasi tanpa makna. Jadilah katalisator yang memaksa pola kerja lama bertransformasi menjadi sistem yang akuntabel,” ujarnya.
Baca Juga: Rachmat Amir Sudyana Soroti Lemahnya Fondasi Ekonomi Kabupaten Tasikmalaya
Tak hanya itu, Cecep mengingatkan para pejabat agar tidak alergi terhadap kritik dan keluhan masyarakat. Ia meminta seluruh jajaran pemerintahan lebih aktif turun ke lapangan untuk memahami kondisi riil yang dihadapi warga.
“Saya menuntut saudara untuk responsif, bukan defensif terhadap keluhan publik. Turunlah ke bawah, dengarkan detak jantung persoalan di lapangan, dan eksekusi dengan solusi yang tepat guna,” tandasnya.
Rotasi jabatan ini diharapkan menjadi momentum penguatan reformasi birokrasi di Kabupaten Tasikmalaya, sekaligus mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik di berbagai sektor pemerintahan.***
Artikel Terkait
Isu Cashback Dibantah, Pinjaman Rp230 Miliar Difokuskan untuk Jalan Rusak di Kabupaten Tasikmalaya
Kirab Mahkota Binokasih Singgah di Kabupaten Tasikmalaya, Rute Berubah Demi Kelancaran Arus Lalu Lintas
Hardiknas 2026 di Kabupaten Tasikmalaya, Bupati Dorong Generasi Desa Bangkit Lewat Program SADESSA
Perkuat Sektor Perbankan, Tiga Bank Milik Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya Bakal Lakukan Merger
Bupati Cecep Nurul Yakin Lantik 36 PNS Kabupaten Tasikmalaya, Ini Pesan Penting Soal Kinerja bagi Abdi Masyarakat
Pesantren Pilar Sejarah Bangsa, FPP Kabupaten Tasikmalaya Dikukuhkan