Kasus Hanania Travel Makin Panas, Mantan Partner Sebut Farhan Pakai PT Khazanah Tamma International Tanpa Izin

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 1 Juni 2026 | 19:46 WIB
Kasus Hanania Travel kembali disorot setelah mantan partner mengungkap penggunaan PT Khazanah Tamma International oleh Farhan.   (Threads/dwiutariri)
Kasus Hanania Travel kembali disorot setelah mantan partner mengungkap penggunaan PT Khazanah Tamma International oleh Farhan. (Threads/dwiutariri)

“Semua uangnya saya serahkan ke Farhan untuk modal awal. Kami mendirikan PT Khazanah Tamma International sebagai payung hukumnya,” lanjutnya.

Menurut Alfachmi, dana sekitar Rp300 juta digunakan untuk menyewa ruko tiga lantai di Depok yang direncanakan menjadi kantor pusat usaha.

Namun, pandemi COVID-19 yang melanda saat itu membuat rencana bisnis umrah tertunda karena akses keberangkatan jamaah ditutup.

Baca Juga: Akhir Pekan, Kawah Putih dan Ranca Upas Dipadati Pengunjung, PT Palawi Risorsis Siapkan Layanan Tambahan

Dalam keterangannya, Alfachmi menjelaskan bahwa bangunan yang semula dipersiapkan sebagai kantor kemudian dimanfaatkan sebagai usaha kafe.

Ia mengaku mulai mempertanyakan pengelolaan usaha tersebut setelah mendengar klaim adanya kasus penipuan yang dialami Farhan.

“Saya mulai curiga karena dia tidak bisa menunjukkan bukti-bukti penipuan itu. Tapi yang paling membuat saya sakit hati dan kecewa berat adalah uang ratusan juta yang saya korbankan (termasuk hasil jual BMW) ujung-ujungnya cuma jadi dagangan angkringan gerobak di depan ruko kosong itu,” jelasnya.

Baca Juga: Hari Lahir Pancasila 2026, PKS Ciamis Serukan Persatuan Bangsa untuk Wujudkan Kesejahteraan Sosial

Hubungan bisnis keduanya kemudian berakhir. Alfachmi menyebut terdapat kesepakatan pengembalian sebagian dana investasi dalam jangka waktu dua tahun setelah mereka tidak lagi bekerja sama.

Perselisihan kembali muncul ketika akses umrah mulai dibuka kembali. Dalam unggahannya, Alfachmi mengaku terkejut setelah mengetahui PT Khazanah Tamma International digunakan dalam operasional Hanania Travel.

“Tapi betapa kagetnya saya saat mengecek legalitas Hanania. Ternyata, Farhan menggunakan PT Khazanah Tamma International untuk menjalankan Hanania,” ungkapnya.

Baca Juga: Menjaga Persatuan Bangsa, Menilik Sejarah Hari Lahir Pancasila dan Relevansi Nilai Ideologi di Era Modern

“Itu PT yang saya bangun pakai uang pribadi saya dan posisi saya di situ masih sebagai Komisaris Utama. Dia pakai seenaknya tanpa izin saya! Dzolim,” sambungnya.

Alfachmi juga mengungkap bahwa dirinya sempat meminta penjelasan terkait penggunaan PT Khazanah Tamma International tersebut.

Menurut pengakuannya, Farhan tidak menyampaikan permintaan maaf, melainkan menawarkan uang Rp100 juta agar dirinya bersedia mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X