"Dia (Arif) bilang kalau postingannya mau dihapus kamu pulang," ungkap Melanie.
Baca Juga: Wisata Kuliner di Gading Serpong Tangerang Ini Tak Pernah Sepi, Pasar Modern Paramount Jadi Buruan
Demi menghormati permintaan korban, keluarga korban akhirnya menghapus unggahan tersebut. Mereka berharap keputusan itu dapat memperbaiki komunikasi dan membuka jalan agar YTR kembali ke lingkungan keluarganya.
"Sudahlah kami takut bukan sama laki-laki ini. Marah sekali, meyakinkan. Yaudah hapus aja barang kali benar gitu, dihapus sama kita," beber Melanie.
Namun harapan tersebut tidak terwujud. Setelah komunikasi singkat itu, seluruh akses keluarga korban justru terputus karena nomor kontak mereka diblokir.
"Dari situ akses diblokir, saya, suami saya, adik saya. Bingung mau ngehubungin siapa, yaudah kita kasih kepercayaan kalau ada apa-apa pulang aku bilang," imbuhnya.
Dalam perkembangan kasus YTR di Bandung, Melanie juga mengungkap bahwa keluarga sempat mempertimbangkan untuk melaporkan hilangnya korban ke pihak kepolisian. Akan tetapi, rencana tersebut urung dilakukan setelah YTR memberikan respons yang membuat keluarga khawatir.
"Saya bilang gini 'pulang ya kalau nggak pulang saya lapor polisi', gitu," kata Melanie.
"(Dia) bilangnya gini 'coba aja kalau kalian berani lapor polisi saya malah nggak pulang selamanya' saya jadi takut," imbuhnya.
Selain itu, keluarga korban juga memperoleh informasi dari rekan kerja YTR yang menceritakan kondisi korban sebelum menghilang. Menurut keterangan yang diterima keluarga, korban aniaya di Bandung itu sempat terlihat menangis di lingkungan kantornya.
"Sebelum kejadian dia menghilang itu, YTR nangis-nangis di kamar mandi. Kata (teman kantor) gini, (berteriak) 'saya nggak bisa lepas karena semuanya diambil sama laki-laki', begitu," ungkap Melanie.
"Mungkin pikirnya YTR bertahan deh sebentar lagi, siapa tau hartanya bisa balik lagi gitu," tambahnya.
Bagian paling menyayat hati bagi keluarga korban terjadi pada akhir tahun 2025. Saat itu, YTR di Bandung kembali menghubungi kakaknya dan menyampaikan pertanyaan yang hingga kini terus teringat oleh keluarga.
Artikel Terkait
Operasi Jaran Lodaya 2026 Ungkap Curanmor di Tasikmalaya, Tiga Tersangka Diamankan Polisi
Dadan Hindayana Jadi Tersangka Korupsi, Deretan Kebijakan BGN yang Pernah Memicu Polemik Kembali Disorot
Nasib Dadan Hindayana Berubah dalam 72 Jam, Pulang Haji, Dicopot dari BGN, Lalu Jadi Tersangka Korupsi
Kasus Pertalite 25 Liter di Medan Jadi Sorotan, 2 Pemuda Terancam 6 Tahun Penjara dan Denda Rp60 Miliar
JPU Tolak Pledoi Nadiem Makarim di Kasus Chromebook, Soroti Dugaan Perintah dan Dampak ke Pendidikan
Polisi Tetapkan 5 Tersangka Kasus Asusila di Karawang, Video Viral Picu Keresahan Warga
Kasus Korupsi BGN Makin Panas, Pengacara Sony Sonjaya Sebut Ada 26 Nama Terkait Izin SPPG
Mahfud MD Nilai Dugaan Korupsi Dadan Hindayana cs Layak Dihukum Mati, Soroti Anggaran BGN yang Mengalir Besar
Oknum Polisi Polres Garut Diduga Gelapkan Uang Pajak, Korban Lapor Propam
Korban Apresiasi Respons Polres Garut, Kasus Dugaan Penggelapan Dana Pajak Berakhir Damai