Setelah itu, kredit bermasalah pada sektor perdagangan mencapai Rp1,11 triliun, industri Rp651,53 miliar dan konstruksi Rp419,74 miliar.
Sektor pertanian mencatat kredit bermasalah sekitar Rp253,85 miliar. Adapun sektor jasa dunia usaha berada di angka Rp39,69 miliar.
Komposisi tersebut menunjukkan tekanan kualitas aset tersebar di beberapa kelompok usaha, dengan porsi terbesar berada pada kategori lain-lain, perdagangan, industri dan konstruksi.
Baca Juga: Misteri Eks Stan PKL Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya, Hibah Bank BJB Kini Rusak Tidak Diurus
Kredit Berisiko Ikut Meningkat
Selain NPL, perhatian juga tertuju pada kredit yang belum masuk kategori bermasalah tetapi mulai menunjukkan tanda peningkatan risiko.
PEFINDO mencatat rasio special mention loans atau kredit dalam perhatian khusus mencapai 4,3 persen pada Juni 2026. Posisi itu meningkat dari 3,8 persen pada Desember 2025 dan 2,7 persen pada Desember 2024.
Kenaikan kredit dalam perhatian khusus menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan karena kelompok tersebut berpotensi masuk menjadi kredit bermasalah apabila kemampuan debitur dalam memenuhi kewajibannya terus melemah.
Kondisi ini membuat penanganan NPL tidak cukup hanya mengandalkan penghapusbukuan kredit. Bank BJB juga perlu menjaga agar kredit yang mulai mengalami tekanan tidak berkembang menjadi kredit bermasalah baru.
Baca Juga: Kebakaran Gunung Bromo Meluas ke Jemplang, Pengunjung Bromo Hillside Panik Saat Api Mendekat
Rasio Pencadangan Turun
Di tengah kenaikan risiko kredit, rasio pencadangan terhadap NPL justru mengalami penurunan.
Cakupan pencadangan tercatat 85,8 persen pada Juni 2026, lebih rendah dibandingkan 91,6 persen pada akhir 2025. Pada Desember 2024, rasio tersebut berada di angka 84,4 persen.
PEFINDO menilai penurunan tersebut menunjukkan perlindungan terhadap potensi kerugian kredit menjadi lebih terbatas ketika kualitas aset mengalami pemburukan.
Artikel Terkait
Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Jadi Tersangka Korupsi, Rp7,4 Miliar Diduga Mengalir untuk Kepentingan Pribadi
Kejagung Buka Peluang Periksa Nanik Deyang dalam Kasus Korupsi MBG, Penyidik Masih Dalami Bukti
Dilantik Jadi Kepala BGN, Sudaryono Janji Benahi Tata Kelola dan Tegaskan Zero Tolerance Praktik Korupsi
Desakan Evaluasi Audit BPKP Menguat, Dinilai Penting untuk Perkuat Pembuktian Kasus Korupsi
Kejagung Ungkap Chat Lodewyk Pusung dengan Istri Jadi Bukti Elektronik Kasus Korupsi MBG
3 Pejabat PDAM Bekasi Jadi Tersangka Korupsi Proyek Pipa, Kerugian Negara Tembus Rp4,5 Miliar
Mahasiswa Unsoed Jalur Mandiri Terseret Kasus Dugaan Korupsi, KPK Tegaskan Tetap Bisa Kuliah
Vonis Ibam Naik Jadi 5 Tahun dalam Kasus Korupsi Chromebook, Uang Pengganti Rp5 Miliar
Dugaan Korupsi Kredit Bank BJB KCK Banten Terbongkar, Dokumen Fiktif Picu Kerugian Negara Rp8,7 Miliar
Harris Turino Dorong RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi, Kejahatan Perbankan dan Pajak Ikut Dibidik