“Alhamdulillah jam 17.40 WIB, Pontianak hujan besar. Semoga menghilangkan asap-asap untuk selamanya.”
Air Hujan Disebut Berwarna Keruh
Selain merekam hujan, seorang warga melalui akun Threads @adi****i membagikan pengalaman setelah menampung air hujan yang turun langsung dari langit.
Air yang ditampung tersebut disebut terlihat berwarna kuning keruh. Kondisi itu kemudian dikaitkan pemilik unggahan dengan kualitas udara Pontianak yang sebelumnya terdampak kabut asap karhutla.
“Alhamdulillah sore ini kota Pontianak sudah hujan yang lumayan deras. Lalu saya iseng buat nampungin air hujan langsung dari langit pakai gelas ini yang saya dapatkan,” tulisnya.
“Ternyata sekotor ini udara Pontianak selama karhutla. Stay safe tetap pakai masker ya,” tambahnya.
Hujan Pontianak turun ketika persoalan karhutla di Kalimantan Barat masih menjadi perhatian. Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB mencatat luas area terdampak kebakaran di provinsi tersebut telah mencapai lebih dari 48 ribu hektare hingga 14 September 2026.
Luas Karhutla Kalbar Capai 48 Ribu Hektare
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyebut luas lahan terbakar di Kalimantan Barat berdasarkan data yang dihimpun telah mencapai 48.535,73 hektare.
“Kami sampaikan bahwa di Kalimantan Barat lahan terbakar sebesar 38.310 hektare lebih, sedangkan yang kami ukur berdasarkan realita di lapangan 10.224 hektare lebih, sehingga total terbakar sebesar 48.535,73 hektare,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa, 15 September 2026.
Sehari sebelumnya, Senin, 14 September 2026, BNPB mencatat 19 titik api dengan perkiraan luas area terbakar sekitar 261 hektare.
Dari luasan tersebut, sekitar 180 hektare telah berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan.
“Rinciannya, lebih dari 175 hektare dipadamkan oleh Satgas Darat dan oleh Water Bombing atau Satgas Udara adalah 5 hektare lebih. Sehingga ada sejumlah 80 hektare lebih yang belum dipadamkan hari ini, Selasa 15 September 2026,” lanjutnya.***
Artikel Terkait
Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot dari Kursi Menkeu, Anak Ungkap Reaksi: Bapak Bisa Tidur Nyenyak dan Balik Jadi Trader
3 Kontroversi Purbaya Yudhi Sadewa Selama Jadi Menkeu, dari Dana Rp200 Triliun hingga Pernyataan Rp120 Triliun
Jadwal Film Bioskop Tasik XXI Plaza Asia dan Transmart Hari Ini, Agensi Rumah Tangga Paling Banyak Tayang
129 Korban Masih Dicari, KM Virgo Bergeser 1,6 Mil dan Tim SAR Belum Berani Paksa Penyelam Masuk
SOKSI Dorong Aparat Verifikasi Dugaan Peredaran Pita Cukai Palsu
KMP Kota Tasikmalaya Terkendala Regulasi, Potensi Distribusi Subsidi Dinilai Besar