parlemen

DPR Ancam Protes Jika Kuota Haji Indonesia Dipotong 50 Persen, Singgung Daftar Tunggu dan Kinerja Kemenag

Kamis, 12 Juni 2025 | 12:54 WIB
Ilustrasi foto ibadah Haji - Pernyataan DPR mengenai kuota haji Indonesia. (Unsplash/Ömer F. Arslan)

 

Mediapriangan.com - Wacana pemerintah Arab Saudi yang sempat beredar tentang pemangkasan kuota haji Indonesia sebanyak 50 persen untuk tahun 2026 memicu reaksi serius dari kalangan legislatif.

Komisi VIII DPR RI yang membidangi urusan agama dan haji menyatakan ketidaksetujuannya terhadap rencana tersebut.

Salah satu anggota Komisi, Maman Imanulhaq, menegaskan bahwa DPR akan melayangkan protes resmi jika pengurangan itu benar-benar diterapkan.

Baca Juga: Isu Kuota Haji Indonesia 2026 Dipotong 50 Persen, BP Haji Ungkap Fakta dan Singgung Kinerja Kementerian Agama

“Saya nggak tahu apakah dikurangi itu demi kualitas pelayanan, kayak gitu tapi tentu kita akan protes,” ujar Maman saat ditemui di kompleks parlemen pada Rabu, 11 Juni 2025.

Sebagai informasi, kuota haji untuk Indonesia pada musim haji 2025 berjumlah 221 ribu jemaah, terdiri dari jemaah reguler dan khusus.

Dengan jumlah peminat yang sangat tinggi, pengurangan kuota dikhawatirkan akan memperpanjang daftar tunggu calon jemaah haji Indonesia.

Baca Juga: Jemaah Haji Indonesia Gagal Dapat Makan saat Puncak Haji, Menag Janjikan Kompensasi Uang dari Pemerintah

Maman menambahkan bahwa pihaknya telah berulang kali mendesak agar kuota Indonesia justru ditambah, bukan dikurangi.

“Kita ngomong berbusa-busa di hadapan dua kementerian, haji dan pariwisata, kita bilang jangan Indonesia itu harus ditambah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Maman juga menyinggung soal penambahan porsi haji mandiri yang dinilai menguntungkan pihak lain, namun berpotensi mengorbankan hak masyarakat umum.

Baca Juga: Nekat Merokok di Kamar Hotel, 4 Jemaah Haji Indonesia Picu Alarm Kebakaran dan Kepanikan Massal di Lantai 19

“Oke kalau ditambah, mandirinya diperbanyak supaya untungnya masuk ke mereka semua, kalau mandirinya ditambah itu yang menjadi persoalan bagi kita, ada orang-orang kita yang tidak rela,” tambahnya.

Halaman:

Tags

Terkini