“Kami berupaya memastikan masyarakat menyadari bahwa mereka memiliki hak sekaligus tanggung jawab dalam bidang pendidikan. Sosialisasi ini merupakan langkah untuk memperkuat pemahaman tersebut,” kata Arip.
Ia juga menyampaikan bahwa pendidikan bukan hanya soal angka kelulusan atau data statistik, tetapi menyangkut masa depan generasi muda.
Karena itu, pemerintah desa, orang tua, dan pihak sekolah perlu bersinergi menciptakan suasana belajar yang aman dan mendorong tumbuh kembang anak secara optimal.
“Pendidikan bukan hanya soal angka, tapi soal masa depan. Kita ingin anak-anak Jawa Barat mendapatkan akses pendidikan yang layak, merata, dan berkualitas,” tandasnya.
Arip Rachman berharap, melalui sosialisasi ini, masyarakat makin sadar akan pentingnya memahami dan mengimplementasikan Perda secara aktif.
Dengan begitu, kualitas pendidikan di daerah-daerah seperti Singaparna pun bisa meningkat secara signifikan dan merata di seluruh Jawa Barat.***