parlemen

Anggota DPRD Jabar Didi Sukardi Soroti Lonjakan Dampak Bencana dalam Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan 2025

Rabu, 19 November 2025 | 15:54 WIB
Anggota DPRD Jabar Didi Sukardi menegaskan perlunya penguatan mitigasi setelah lonjakan dampak bencana, di Aula Ponpes Nurul Amal Cijeungjing, Ciamis, Senin (17/11/2025). (Dok. KDS)

Selain bencana hidrometeorologi, Jawa Barat juga berada dalam lingkaran ancaman gempa. Potensi gempa dipengaruhi sejumlah sumber, mulai dari zona megathrust, subduksi, sesar dasar laut, hingga Sesar Cimandiri, Sesar Lembang, Sesar Baribis, sesar Garut, dan Sesar Ciremai.

Data Bencana Jawa Barat mencatat 323 gempa mikro pada 2022, menunjukkan tingginya aktivitas seismik yang perlu diantisipasi.

Dalam paparannya, Didi Sukardi kembali menekankan perlunya kolaborasi dalam penguatan mitigasi. Ia menyebut perlunya penguatan kesiapsiagaan masyarakat serta berbagai langkah lain yang harus dilakukan.

Baca Juga: Didi Sukardi Dorong Salimah Dirikan Lembaga Pendidikan Islam di Ciamis, Wujudkan Kemandirian Umat

“Edukasi kebencanaan berbasis komunitas, optimalisasi sistem peringatan dini,” kata Didi Sukardi, di Aula Ponpes Nurul Amal Cijeungjing, Ciamis, Senin (17/11/2025).

Didi kemudian melanjutkan pentingnya sinergi lintas sektor dan pemetaan risiko yang lebih rinci hingga tingkat desa untuk menekan risiko.

“Kesiapsiagaan dan mitigasi tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat agar risiko dapat ditekan semaksimal mungkin,” tutupnya.***

Halaman:

Tags

Terkini