daerah

Bupati Tasikmalaya Fokus Perbaikan 35 Ruas Jalan, Target Tekan Kemiskinan 10,23 Persen

Minggu, 15 Februari 2026 | 15:46 WIB
Bupati Tasikmalaya, Dr.H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd, M.Ap didampingi pengurus Pondok Pesantren Darussalam Rajapolah, menyerahkan bantuan paket sembako kepada salah seorang warga Nadliyyin pada acara Harlah NU. (Dok. DFK)

“Itu ekosistem ekonominya. Kalau ongkos produksi rendah, harga pasar turun, daya beli naik, kemiskinan bisa ditekan,” jelasnya.

Baca Juga: DPRD Jawa Barat Dorong Desa di Kabupaten Tasikmalaya Optimalkan Usulan SIPD 2026, Fokus Irigasi Tersier

Infrastruktur Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas

Selain jalan, Bupati juga menyoroti kondisi ruang kelas rusak yang masih tinggi. Dari lebih 6.000 ruang kelas SD, sekitar 3.000 dilaporkan mengalami kerusakan.

“Saya mohon doa. Infrastruktur pendidikan juga menjadi fokus kami,” katanya.

Di sektor kesehatan, dua rumah sakit baru akan dibangun. Yaitu rumah sakit di Ciawi dan rumah sakit di Desa Tumbong Jaya, Kecamatan Cipatujah, bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk pembangunan RS Tipe D.

Langkah ini terang Cecep, ditempuh untuk meningkatkan Usia Harapan Hidup (UHH) Kabupaten Tasikmalaya yang saat ini berada di peringkat ke-27 di Jawa Barat.

Menurutnya, warga wilayah selatan seperti Taraju dan Bojonggambir harus menempuh perjalanan hingga empat jam menuju RSUD KHZ Musthafa.

“Layanan kesehatan harus didekatkan. Ikhtiar itu tugas kami,” tegasnya.

Baca Juga: Ini Alasan Pendidikan Demokrasi di SMK Islam Paniis Kabupaten Tasikmalaya

Relokasi Dana Hibah ke Infrastruktur

Cecep juga mengakui adanya relokasi sejumlah anggaran hibah dan belanja yang dinilai kurang berdampak langsung bagi publik ke pembangunan jalan.

Beberapa di antaranya, relokasi anggaran pengadaan kendaraan dinas bupati Rp2 miliar, perubahan alokasi hotmix di depan pendopo lama, pergeseran sejumlah kegiatan hibah.

Hasilnya, 22 titik jalan berhasil diperbaiki, termasuk ruas Sukareme – Cibeuti serta Jalan KH Moh Syabandi di Kecamatan Leuwisari, Sariwangi.

“Kami hadir bukan untuk mengejar dunia, tetapi untuk kemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya.***

Halaman:

Tags

Terkini