Focal Point UNESCO Media Arts Kota Malang, Amar Alphabet, menjelaskan bahwa integrasi teknologi dan ruang kota adalah kebutuhan masa depan.
“Media arts bukan hanya tentang teknologi visual, tetapi bagaimana kreativitas dapat membangun hubungan baru antara masyarakat, ruang kota, dan masa depan budaya digital. Aktivasi seperti ini menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi Kota Malang sebagai kota kreatif dunia bidang Media Arts,” jelasnya.
Baca Juga: ICCN Jakarta dan UNESA Jalin Sinergi untuk Percepat Penguatan SDM Industri Kreatif Nasional
Senada dengan hal tersebut, Ketua Harian ICCN, Vicky Arief, menilai energi komunitas di Malang adalah aset terbesar.
“Aktivasi ruang publik seperti ini penting untuk memperlihatkan bahwa kreativitas bisa hadir langsung di tengah masyarakat. Malang memiliki energi komunitas yang kuat untuk berkembang sebagai kota kreatif berbasis media arts,” ucap Vicky.
Acara yang dihadiri sekitar 50 pegiat kreatif dan perwakilan pemerintah ini ditutup dengan performa memukau bertajuk SPIRAL SPACE.
Kolaborasi antara DJ Rissba, Wara Valerie, dan Enggal Studio berhasil menyatukan musik serta visual imersif yang membalut Monumen Spiral secara estetik.
Sebelum kemeriahan dimulai, para peserta juga melakukan aksi bersih-bersih taman sebagai simbol tanggung jawab komunitas terhadap kebersihan Passive Space yang mereka tempati.***