"Tiba-tiba ada sekitar 30 meter, ada tebing. Tiba-tiba longsor," jelasnya.
Saat tebing ambruk menerjang kubangan area kerja, terdapat belasan orang yang sedang mengoperasikan alat pendulangan.
Mayoritas dari mereka langsung terperangkap di dalam timbunan material yang sangat pekat. Dari total pekerja yang berada di titik maut tersebut, hanya ada tiga orang penambang yang dinyatakan selamat setelah berhasil melompat menjauh dari jalur runtuhan.
"Kami sampaikan bahwa menurut Kapolres, warga saat itu sedang melakukan penambangan. Tradisional ya, dengan menggunakan dompeng dan dulang," tutur Rosya.
Baca Juga: Baku Tembak di Pesawaran Akhiri Pelarian Bahroni Maling Motor Penembak Bripka Arya Supena di Lampung
"Penambang jumlahnya 12 orang. 3 orang berhasil menyelamatkan diri, dan 9 orang tertimpa timbunan longsor dan (dinyatakan) meninggal dunia," tambahnya.
Proses pencarian dan pengangkatan tubuh para korban dilakukan secara gotong royong oleh tim gabungan bersama masyarakat sekitar.
Setelah berhasil dikeluarkan dari dalam material reruntuhan, jasad para pekerja langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum diserahkan kepada sanak saudara.
Hingga saat ini, laporan resmi menyatakan seluruh jenazah dari sembilan korban tewas tertimbun longsor telah berada di rumah duka masing-masing setelah sebelumnya dievakuasi ke Puskesmas Tanjung Ampalu.***