TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menargetkan sebanyak 500 hingga 1.000 lulusan perguruan tinggi mengikuti Program Pemagangan Nasional 2026.
Program yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) ini dinilai menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kompetensi lulusan sekaligus menekan angka pengangguran.
Komitmen tersebut mengemuka dalam sosialisasi Program Pemagangan Nasional Lulusan Perguruan Tinggi yang digelar Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPM-PTSP-TK) Kabupaten Tasikmalaya bersama Kemenaker secara daring dari Oproom Setda Kabupaten Tasikmalaya, Senin (6/7/2026).
Baca Juga: PDIP Rolling AKD DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Lima Anggota Pindah Komisi
Kegiatan diikuti Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, jajaran kepala perangkat daerah, ASN, perwakilan puskesmas, rumah sakit, camat, hingga kepala desa se-Kabupaten Tasikmalaya melalui Zoom Meeting.
Program pemagangan tersebut merupakan bagian dari stimulus ekonomi pemerintah pada Semester II Tahun 2026.
Pada angkatan kedua tahun ini, pemerintah menargetkan mencetak 150.000 talenta kerja berkualitas yang siap memenuhi kebutuhan industri nasional.
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi mengatakan, program magang menjadi kesempatan berharga bagi lulusan sarjana untuk memperoleh pengalaman kerja yang belum didapatkan selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
"Melalui program magang ini peserta dapat memperoleh pengalaman dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Bekal tersebut menjadi nilai tambah ketika memasuki pasar kerja," ujarnya.
Ia mengajak seluruh lulusan perguruan tinggi di Kabupaten Tasikmalaya untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan segera mendaftar selama periode pendaftaran bulan Juli.
Menurutnya, program ini sangat membantu pemerintah daerah dalam membuka peluang kerja di tengah masih terbatasnya lapangan pekerjaan bagi lulusan baru.