TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Kerusakan jaringan Irigasi Primer Ciramajaya yang membentang dari Kecamatan Mangunreja hingga Kecamatan Sukaraja menjadi perhatian serius Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Arip Rachman, S.E., M.M.
Dari hasil peninjauan lapangan pada Kamis, (9/7/2026), kondisi saluran irigasi dinilai sudah tidak mampu mengalirkan air secara optimal sehingga mengancam produktivitas ratusan hektare lahan pertanian.
Arip menjelaskan, jaringan irigasi sepanjang sekitar 16 kilometer itu seharusnya menjadi sumber pengairan bagi lahan persawahan di Kecamatan Tanjungjaya dan beberapa desa di Kecamatan Sukaraja.
Baca Juga: Arip Rachman Tampung Aspirasi BPJS dan Data KPM, Siap Koordinasikan dengan Komisi Terkait
Namun, saat ini aliran air hanya mampu menjangkau sekitar 10 kilometer akibat berbagai persoalan yang terjadi di sepanjang saluran.
"Memperjuangkan agar air mengalir dari hulu ke hilir ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan. Banyak faktor yang menyebabkan distribusi air tidak berjalan maksimal," ujar Arip.
Menurutnya, persoalan tersebut dipicu oleh pendangkalan saluran, kebocoran di sejumlah titik, hingga minimnya debit air dari bagian hulu.
Baca Juga: Arip Rachman Soroti Perbaikan Jalan dan Irigasi dalam Pengawasan Pemerintahan di Salawu
Kondisi itu diperparah dengan adanya praktik sebagian warga yang melubangi badan saluran irigasi untuk mengalirkan air langsung ke sawah miliknya tanpa melalui pintu pembagi air.
Akibatnya, sistem pengaturan buka-tutup pintu air yang selama ini diterapkan menjadi tidak efektif. Air yang seharusnya mengalir hingga wilayah hilir justru habis sebelum mencapai daerah layanan berikutnya.
Dampaknya sangat dirasakan para petani. Sedikitnya 400 hingga 500 hektare sawah dilaporkan tidak dapat digarap secara optimal karena kekurangan pasokan air, sehingga berpotensi menurunkan produksi pertanian.
Baca Juga: Dorong Solusi Atasi Kendala Program dan Akses Sistem Pemerintahan, Begini Kata Arip Rachman
Sebagai anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat yang membidangi pembangunan dan sumber daya air, Arip menegaskan revitalisasi total jaringan irigasi menjadi solusi yang harus segera direalisasikan.