daerah

Dugaan Penipuan CPNS di Jatim Tembus Rp20 Miliar, Korban Klaim Ada Oknum Militer Aktif dan Seleksi Susulan

Minggu, 9 Agustus 2026 | 20:06 WIB
Dugaan penipuan CPNS di Jatim mencuat dengan kerugian lebih dari Rp20 miliar. Korban mengaku dijanjikan lolos lewat seleksi susulan. (Instagram.com/@bpsdmjatim)

Untuk mendapatkan posisi yang dijanjikan, korban disebut harus menyiapkan uang dalam jumlah besar. Nilainya berbeda-beda tergantung instansi yang ditawarkan.

"Contohnya, misalkan jika ingin masuk di instansi A dia harus merogoh kocek Rp700 juta, di instansi B dia merogoh kocek Rp500 juta. Berbeda-beda seperti itu," ujarnya.

Baca Juga: Puluhan Raja dan Sultan Nusantara Tiba di Ciamis, Pangistrenan Wawakil Kerajaan Galuh Masuki Puncak Acara

Tes Dibuat Seolah Rekrutmen Resmi

Dugaan penipuan CPNS tersebut tidak hanya berkaitan dengan permintaan uang. Para korban juga disebut menjalani sejumlah tahapan yang dibuat menyerupai proses penerimaan pegawai resmi.

Ketut mengatakan korban sempat menjalani tes akademik, fisik, psikologi, hingga pemeriksaan kesehatan.

Untuk memperkuat kesan bahwa proses tersebut resmi, korban disebut menerima sejumlah dokumen yang menggunakan identitas dan format lembaga negara.

Baca Juga: Festival Budaya Lembah Baliem Jayawijaya Mendadak Mencekam, Dua Orang Terluka dalam Penembakan

Dokumen tersebut antara lain berupa surat keputusan dan jadwal pelaksanaan tes dengan kop surat resmi.

Namun, setelah dilakukan pengecekan kepada instansi yang namanya tercantum dalam dokumen, para korban disebut mendapatkan informasi bahwa dokumen tersebut tidak diterbitkan oleh instansi terkait.

"Para korban juga sudah mengecek dari instansi-instansi terkait, ternyata SK dan juga jadwal yang dikeluarkan itu tidak benar, adalah palsu," beber Ketut.

"Surat-surat yang dikeluarkan juga palsu semua. Ada kop surat resmi, ada SK penunjukan, tapi palsu semua." imbuhnya.

Baca Juga: Komplotan Begal Cibitung Bekasi Ditangkap, 6 Pelaku Diduga Gasak Rp30 Juta Usai Korban Ambil Uang di Bank

Kerugian Awal Rp3,5 Miliar

Rangkaian proses tersebut pada akhirnya tidak membuat para korban memperoleh posisi yang dijanjikan.

Halaman:

Tags

Terkini