hukum

Sketsa Wajah Dua Terduga Pelaku Pengeroyokan Pejompongan Disebar, Polisi Ungkap Ciri-cirinya

Rabu, 2 September 2026 | 17:16 WIB
Sketsa wajah dua terduga pelaku pengeroyokan Pejompongan dirilis polisi. Keduanya laki-laki berusia sekitar 30 hingga 40 tahun dan masih diburu. (Dok. Polda Metrojaya)

Polisi kini masih melakukan pencarian terhadap kedua sosok tersebut. Penyidik juga terus mengembangkan informasi yang diperoleh selama proses penyelidikan kasus Pengeroyokan Pejompongan.

“Kemudian saat ini penyidik sedang melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang melakukan dugaan tindak pidana penganiayaan atau pengeroyokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang,” kata Iman.

Kasus yang menewaskan Bambang Setiawan itu ditangani melalui laporan polisi model A. Menurut kepolisian, laporan tersebut dibuat sebagai bentuk langkah proaktif setelah adanya dugaan tindak pidana yang terjadi di kawasan Pejompongan.

Baca Juga: Keracunan MBG di Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo, Ratusan Santri Dirawat dan Bantahan Soal Korban Jiwa

“Laporan polisi model A ini kami buat sebagai bentuk proaktif Polri di dalam memberikan perlindungan dan menghadirkan keberadaan negara di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan perlindungan dan mengungkap apa yang terjadi,” papar Iman.

Penyidik juga telah memperoleh hasil visum terhadap Bambang. Pemeriksaan tersebut tetap dilakukan meski keluarga korban sebelumnya menolak pelaksanaan autopsi.

“Dengan adanya penolakan dari keluarga, visum sudah kami lakukan dan keluarga tidak keberatan dengan visum. Hasilnya sudah kami peroleh,” jelasnya.

Baca Juga: Hari Lahir Kejaksaan ke-81, Kejari Kota Tasikmalaya Tegaskan Penegakan Hukum, Diky Candra Beri Apresiasi

Bambang Setiawan diketahui merupakan pedagang cermin yang tinggal di kawasan bantaran rel Pejompongan, Jakarta Pusat. Ia meninggal dunia setelah mengalami pengeroyokan oleh sekelompok orang tidak dikenal ketika situasi di kawasan tersebut sempat ricuh setelah aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026.

Menurut keterangan istrinya, Sudarsi, Bambang sempat menutup lapak dagangannya sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, jumlah massa yang berada di sekitar kawasan tempat tinggal mereka semakin banyak.

Setelah situasi dinilai mulai aman, Bambang kemudian keluar dari rumah untuk melihat kondisi sekitar. Namun, keberadaannya baru diketahui keluarga setelah sebuah video yang memperlihatkan aksi pengeroyokan beredar sekitar pukul 04.00 WIB.

Baca Juga: Viral Video CCTV Diduga Libatkan Kades Wanita Tambun dan Politisi di Lift, Warga Soroti Kemesraan Keduanya

“Kita tahunya dari video. Kita enggak ada yang lihat jelas posisi dia, posisi dia dipukulin, posisi dia dibawa, kita enggak tahu,” ungkap Sudarsi kepada awak media pada Jumat, 28 Agustus 2026 lalu.

Bambang kemudian dibawa ke RS Polri untuk menjalani pemeriksaan luar. Jenazahnya dimakamkan di Kemanggisan Pulo, Jakarta Barat, pada Jumat, 28 Agustus 2026 siang setelah salat Jumat.

Sementara itu, polisi masih mengejar dua terduga pelaku berdasarkan petunjuk yang diperoleh dari keterangan saksi, rekaman CCTV dan materi digital yang berkaitan dengan kejadian Pengeroyokan Pejompongan.***

Halaman:

Tags

Terkini