Meski begitu, ia juga menekankan bahwa tidak semua pekerjaan bisa digantikan oleh AI.
Sebagai contoh, dalam bidang olahraga, Gates yakin bahwa manusia tetap akan lebih memilih menonton atlet sesungguhnya daripada melihat robot bersaing dalam pertandingan.
“Akan ada beberapa hal yang kita simpan untuk diri kita sendiri. Namun dalam hal memproduksi barang, menggerakkan sesuatu, dan menanam makanan, seiring waktu masalah tersebut akan terpecahkan,” kata Gates.
Dengan perkembangan AI yang semakin pesat, perubahan besar dalam dunia kerja tampaknya tak terelakkan.
Menurut perkiraan World Economic Forum (WEF), sebanyak 83 juta pekerjaan diprediksi akan hilang, sementara 69 juta jenis pekerjaan baru akan tercipta dalam lima tahun ke depan.
Hal ini menandakan bahwa meskipun AI membawa efisiensi dan aksesibilitas lebih besar, disrupsi di berbagai sektor industri pun tak dapat dihindari.***
Artikel Terkait
Imbas Pernyataan Sensitif, CEO Pat Gelsinger Hadapi Penurunan Margin Keuntungan Setelah Diskon Pasokan Chip TSMC Hilang
Dulu Anak Petani, Kisah Inspiratif Jack Ye Pemilik Miniso dengan Kekayaan Rp40 Triliun dan 5.000 Gerai di 100 Negara
Dari Karyawan Biasa Menjadi Pemilik TikTok, Perjalanan Inspiratif Zhang Yiming, Miliarder Dengan Kekayaan Rp722 Triliun
Air Mineral di Eropa Terpapar Bahan Kimia Abadi, Benarkah Masih Aman untuk Dikonsumsi?
Trump Hentikan Bantuan Obat HIV, Menkes: Indonesia Terkena Dampaknya! Langkah Cepat Disiapkan untuk Atasi Krisis
Kemlu RI Buka Suara! Bantah Klaim Malaysia soal Dugaan Penyelundupan Narkoba dan Senjata di Kasus Penembakan 5 WNI