Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira memperingatkan bahwa kebijakan ini dapat berdampak buruk bagi ekonomi Indonesia.
Menurutnya, tarif 32 persen dapat memicu resesi ekonomi pada kuartal IV 2025 serta mengurangi volume ekspor ke AS dan negara lain.
Dampak lain yang dikhawatirkan adalah:
1. Terancamnya sektor otomotif dan elektronik, karena tarif yang tinggi membuat harga produk Indonesia menjadi lebih mahal di AS, sehingga permintaan turun.
2. Gelombang PHK, karena produsen otomotif Indonesia kesulitan mengalihkan produksi ke pasar domestik akibat spesifikasi produk yang berbeda.
3. Penurunan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,08 persen, akibat anjloknya ekspor di sektor industri padat karya seperti pakaian jadi dan tekstil.
"Begitu kena tarif yang lebih tinggi, brand itu akan turunkan jumlah order atau pemesanan ke pabrik Indonesia. Sementara di dalam negeri, kita bakal dibanjiri produk Vietnam, Kamboja, dan China karena mereka incar pasar alternatif," jelas Bhima.
Pemerintah Indonesia kini menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan daya saing industri dalam negeri di tengah tekanan perdagangan global yang semakin kompleks.***
Artikel Terkait
The Heritage Foundation Desak Pemeriksaan Visa Pangeran Harry ke Donald Trump, Terkait Pengakuan Pernah Konsumsi Narkoba
China Rayakan Libur Panjang Imlek 2025, 9 Miliar Perjalanan, Film Xiao Zhan Laris, dan Indonesia Jadi Destinasi Favorit
Hubungan Meghan Markle dan Kate Middleton Memanas? Dugaan Bullying Sebelum Pernikahan dengan Pangeran Harry Terungkap
Air Mineral di Eropa Terpapar Bahan Kimia Abadi, Benarkah Masih Aman untuk Dikonsumsi?
Petisi Cabut Gelar Prince of Wales untuk Pangeran William Viral, Disebut Menghina Wales dan Warisan Sejarahnya
Trump Hentikan Bantuan Obat HIV, Menkes: Indonesia Terkena Dampaknya! Langkah Cepat Disiapkan untuk Atasi Krisis
Kemlu RI Buka Suara! Bantah Klaim Malaysia soal Dugaan Penyelundupan Narkoba dan Senjata di Kasus Penembakan 5 WNI
Januari Panas Parah! Suhu Cetak Rekor, Ilmuwan Bingung dan Khawatir Ini Tanda Bumi Makin Rusak, Ini Penjelasannya
Kate Middleton Makin Berpengaruh di Kerajaan Inggris, Ratu Camilla Disebut Ketar-ketir Taklukkan Popularitasnya
Raja Yordania Abdullah II Tolak Relokasi Warga Gaza, Temui Trump di Gedung Putih untuk Bahas Solusi tanpa Usik Palestina!