Mediapriangan.com - Industri asuransi di Asia tengah berada dalam tekanan berat menyusul lonjakan kerugian ekonomi akibat cuaca ekstrem sepanjang tahun 2024.
Berdasarkan laporan terbaru WTW, total kerugian ekonomi yang ditimbulkan bencana iklim tahun lalu mencapai lebih dari US$20 miliar.
Ironisnya, hanya sekitar US$2–3 miliar dari jumlah tersebut yang dapat diklaim melalui perusahaan asuransi.
Rendahnya angka klaim ini memperlihatkan celah besar dalam cakupan perlindungan asuransi di kawasan Asia. Wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, menjadi salah satu yang paling terdampak.
Topan Yagi menjadi contoh paling mencolok. Badai itu menghantam beberapa negara di Asia Tenggara dan menelan korban jiwa hingga 1.200 orang serta mencatatkan kerugian ekonomi sekitar US$15 miliar. Namun, hanya sekitar US$1 miliar kerugian yang terlindungi oleh asuransi.
Tak hanya itu, Filipina turut mengalami kerusakan besar setelah dihantam enam badai hanya dalam waktu satu bulan, memengaruhi lebih dari 13 juta warga.
Kerugian ditaksir mencapai US$500 juta, namun lagi-lagi, minimnya kepemilikan asuransi membuat masyarakat tidak mendapatkan jaminan finansial yang memadai.
Jepang juga tak luput dari dampak. Topan Shanshan melanda dengan intensitas tinggi, namun karena rendahnya cakupan asuransi di daerah terdampak, klaim yang dibayarkan tetap rendah, di bawah US$1 miliar.
Gap perlindungan ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi masa depan sektor asuransi, terutama karena ancaman iklim diprediksi akan terus meningkat.
Baca Juga: Bawa Pesan Khusus Prabowo, Cak Imin Hadiri Pelantikan Paus Leo XIV, Misi Perdamaian dari Indonesia
Laporan ini mendorong industri asuransi untuk memperluas jangkauan perlindungan, meningkatkan edukasi publik, dan mendorong keterlibatan lebih besar dari pemerintah dan sektor swasta.
Artikel Terkait
Asal Usul Hari Buruh 1 Mei, Perjuangan Berdarah Para Pekerja Demi Jam Kerja Manusiawi dan Upah Layak!
Habemus Papam! Kardinal Robert Prevost Resmi Jadi Paus Baru, Pilih Nama Mengejutkan, Paus Leo XIV
Dramatis! Konklaf 2 Hari Pilih Robert Prevost Jadi Paus Baru, Asap Putih di Kapel Sistina Jadi Tanda Bersejarah
Robert Prevost Jadi Paus AS Pertama! Donald Trump Bangga, Ini Kehormatan Besar bagi Amerika Serikat
Mensesneg Sampaikan Ucapan Prabowo untuk Paus Leo XIV, Selamat Bertugas, Paus Baru Umat Katolik Sedunia
Berapa Gaji Paus Leo XIV? Fakta Mengejutkan Soal Bayaran Pemimpin Tertinggi Umat Katolik di Vatikan
Konflik Memuncak, India Tembakkan Rudal ke Pangkalan Militer Pakistan di Tengah Ketegangan Berkepanjangan
Gencatan Senjata India-Pakistan yang Diumumkan Trump Resmi Gagal, Perang Kembali Meletus Pagi Ini!
Vikram Misri Umumkan Gencatan Senjata India-Pakistan Telah Berakhir, Kawasan Asia Selatan Kembali Tegang!
Taliban Resmi Haramkan Catur di Afghanistan, Disebut Tak Sesuai Syariat, Ini Alasan Penuh Kontroversi