Kelakar Donald Trump Soal Macron Akui Palestina, 'Dia Orang Baik, Tapi Tak Akan Berpengaruh Apa Pun di Timur Tengah'

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 27 Juli 2025 | 07:40 WIB
Presiden Prancis, Emmanuel Macron (kiri) dan Presiden AS, Donald Trump (kanan).  (Instagram.com / @whitehouse - @emmanuelmacron)
Presiden Prancis, Emmanuel Macron (kiri) dan Presiden AS, Donald Trump (kanan). (Instagram.com / @whitehouse - @emmanuelmacron)

 

Mediapriangan.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi sorotan usai menanggapi rencana Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang akan secara resmi mengakui kedaulatan negara Palestina.

Tanggapan tersebut, Donald Trump sampaikan menyusul pengumuman Macron yang dipublikasikan pada Jumat, 25 Juli 2025.

Dalam pernyataannya kepada awak media di Gedung Putih, Donald Trum pawalnya memuji Macron sebagai sosok yang baik dan mampu bekerja dalam tim.

Baca Juga: Konflik Thailand-Kamboja Kian Membara, Indonesia Minta Damai dan Pantau WNI di Zona Bahaya Perbatasan

Namun, ia kemudian menyisipkan sindiran halus bahwa langkah Prancis tersebut tidak akan mengubah situasi geopolitik di Timur Tengah.

"Apa yang dikatakan (Macron) tak berpengaruh. Macron pria yang baik. Saya menyukainya, tetapi pernyataan itu tidak berdampak apa-apa," kata Trump sebagaimana dikutip dari AFP pada Sabtu, 26 Juli 2025.

Trump menegaskan bahwa meskipun Macron adalah “team player” dan punya niat baik, namun ia tetap skeptis terhadap efektivitas langkah Prancis dalam mendorong penyelesaian konflik Israel-Palestina.

Baca Juga: Heboh Video Tank Diduga Milik Militer Kamboja Lintasi Jalan di Tengah Konflik Makin Panas dengan Thailand

"(Macron) adalah orang yang berbeda. Ia adalah team player. Namun, kabar baiknya adalah apa yang dia katakan tidak berpengaruh. Itu tak akan mengubah apa pun," tambah Trump sambil berkelakar.

Pernyataan Trump ini muncul tak lama setelah Macron menyampaikan bahwa Prancis tengah mempersiapkan diri untuk mengakui negara Palestina secara resmi dalam Sidang Umum PBB yang dijadwalkan berlangsung pada September 2025.

Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya Prancis untuk mendorong solusi damai dua negara serta menekan penghentian kekerasan yang terus berlangsung di Gaza.

Baca Juga: Mengenal Candi Ta Muen Thom, Situs Kuno di Perbatasan Thailand-Kamboja yang Kini Picu Ketegangan Dua Negara

Dalam unggahan Instagram resminya @emmanuelmacron, Presiden Prancis menekankan urgensi untuk menghentikan perang, menyelamatkan warga sipil, dan membangun masa depan bagi Palestina yang damai dan terintegrasi di kawasan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X