"Kita akhirnya harus membangun negara Palestina, memastikan kelangsungan hidupnya, dan memungkinkannya dengan menerima demiliterisasi dan mengakui Israel sepenuhnya untuk berkontribusi pada keamanan seluruh kawasan Timur Tengah," tulis Macron dalam unggahan yang dipublikasikan Jumat, 25 Juli 2025.
Langkah Prancis ini langsung mendapat beragam tanggapan di kancah internasional. Amerika Serikat yang selama ini dikenal sebagai sekutu utama Israel, tampaknya tetap berhati-hati dalam menyikapi isu pengakuan terhadap negara Palestina.
Pernyataan Trump yang menanggapi ringan langkah Macron menegaskan bahwa pendekatan Washington terhadap isu Palestina masih jauh berbeda dengan sekutu Eropanya.
Meskipun begitu, langkah berani Prancis tetap dipandang sebagai sinyal penting di tengah tekanan global untuk mengakhiri konflik yang terus menelan korban sipil di wilayah Palestina.***
Artikel Terkait
Konflik Thailand-Kamboja Memanas, PM Paetongtarn dan Hun Sen Saling Kunjungi Perbatasan di Tengah Ketegangan
Betrand Peto Ungkap Luka Lama soal Perceraian Ruben dan Sarwendah, Kenapa Harus Aku Lagi?
Donald Trump Meradang! BRICS Kini Diperkuat Indonesia, Balas dengan Ancaman Tarif Impor ke Negara Anggota
Setelah 20 Tahun Koma Akibat Kecelakaan, Pangeran Tidur Al-Waleed Akhirnya Wafat, Dunia Berduka
Filipina Sukses Deal Tarif Impor 19 Persen dengan AS, Trump Klaim Nol Tarif untuk Produk Amerika
Disorot Parlemen Malaysia, Sambutan Meriah Prabowo di Prancis Kontras dengan Kunjungan Sepi Anwar Ibrahim