Smotrich mendorong Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk segera mengambil langkah.
“Bapak Perdana Menteri, waktunya sekarang dan ada di tangan Anda,” tegas Smotrich.
PM Netanyahu sendiri menyebut pengakuan itu sebagai “hadiah besar bagi terorisme”.
"Negara Palestina tidak akan didirikan di sebelah barat Sungai Yordan,” ungkapnya kepada AFP, Senin, 22 September 2025.
Netanyahu menegaskan Israel akan menentang pengakuan Palestina di forum PBB pekan depan.
“Kita juga perlu berjuang, baik di PBB maupun di semua arena lainnya, melawan propaganda palsu yang ditujukan kepada kita. Komunitas internasional akan mendengar dari kita tentang masalah ini dalam beberapa hari mendatang," tambahnya.
Respons Palestina: Pesan Harapan
Di sisi lain, Palestina menyambut dukungan internasional sebagai pesan penting bagi kemerdekaan mereka.
Menteri Luar Negeri Otoritas Palestina, Varsen Aghabekian Shahin, menyebutnya sebagai pesan harapan bagi rakyat Palestina.
“Di atas segalanya, ini adalah pesan harapan bagi rakyat Palestina, pesan harapan untuk negara yang bebas, merdeka, dan berdaulat,” ujar Aghabekian dalam konferensi pers di Ramallah, dikutip Al-Jazeera, Senin, 22 September 2025.
Ia menambahkan, tindakan Israel merupakan serangan sistematis yang dirancang untuk menghapus eksistensi, budaya, dan masa depan rakyat Palestina.
Hingga kini, publik internasional terus menantikan perkembangan nasib kemerdekaan Palestina, yang didukung ratusan negara sebagai secerca harapan menuju perdamaian.***