BMKG Temukan 3 Bibit Siklon Tropis, Waspada Cuaca Ekstrem yang Bisa Bawa Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang!

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 3 Februari 2025 | 07:45 WIB
Cuaca ekstrem, angin kencang menumbangkan pohon dan menimpa rumah warga di Kampung Cikiruh, Desa Sukamulya, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, pada Jumat, 31 Januari 2025.   (Dok. Pemerintah Kecamatan Talegong)
Cuaca ekstrem, angin kencang menumbangkan pohon dan menimpa rumah warga di Kampung Cikiruh, Desa Sukamulya, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, pada Jumat, 31 Januari 2025. (Dok. Pemerintah Kecamatan Talegong)

Menurut pemaparannya, kedua bibit siklon ini bisa memberi pengaruh pada kondisi cuaca untuk daerah di pesisir selatan Jawa, Bali, NTB, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam temuan itu, BMKG juga menyatakan kalau kedua bibit siklon itu terpantau menjauhi Indonesia, namun masih mungkin untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 2 hingga 3 hari ke depan.

Selain Bibit Siklon Tropis 90S dan 99S, BMKG juga mengidentifikasi Bibit Siklon Tropis 96P di Teluk Carpentaria, Australia, yang berkontribusi terhadap meningkatnya potensi cuaca ekstrem di Papua dan Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: Tanggap Darurat 14 Hari Ditetapkan, Modifikasi Cuaca Digunakan untuk Pencarian Korban Longsor Pekalongan, Jateng

Prediksi cuaca ekstrem, hujan lebat bersama dengan kilat/petir dan angin kencang

Dwikorita mengungkapkan bibit siklon ini perlu diwaspadai di wilayah Papua yang berpeluang dilanda hujan ekstrem.

Prediksi intensitas hujan juga akan meningkat terjadi di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Sama seperti NTT dan NTB, beberapa wilayah di Pulau Jawa seperti Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, juga diprediksi mendapat pengaruh tidak langsung.

Baca Juga: Setelah Salju Bersejarah di Arab Saudi, Kini Banjir Bandang Melanda Mekah dan Madinah, Akibat Cuaca Ekstrem

Kemudian untuk wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Jawa Barat, dan Jambi juga dapat mengalami peningkatan curah hujan.

Dwikorita sebut BMKG akan memberikan informasi kapan hujan turun untuk antisipasi bagi masyarakat

Masih dalam konferensi pers tersebut, Dwikorita mengajak masyarakat untuk tidak berada di area bantaran sungai saat mendung mulai datang.

Baca Juga: Update Klasemen Liga Voli Korea 2024-2025, Pink Spiders Hajar Red Sparks Lagi, Makin Perkasa di Puncak! Cek Poinnya

“BMKG memberikan informasi hujannya akan mulai jam berapa sampai jam berapa sehingga bisa merencanakan akan kapan harus meninggalkan bantaran sungai atau menjauh dari sungai,” ujarnya.

Selain banjir dari arus sungai, Dwikorita juga mengimbau masyarakat menjauhi area lereng yang rawan longsor.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X