Isu Dapur Fiktif Mengguncang Program MBG Rp99 T, Menkeu Purbaya Kawal Serapan Anggaran dan Ancam Pangkas Dana

photo author
Didit Fauzi Hendrian, Media Priangan
- Sabtu, 27 September 2025 | 16:11 WIB
Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara terkait serapan anggaran program MBG. (Instagram.com/@kemensetneg.ri)
Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara terkait serapan anggaran program MBG. (Instagram.com/@kemensetneg.ri)

 

Mediapriangan.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah jadi sorotan publik usai terungkap isu “dapur fiktif” yang ditemukan dalam laporan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Padahal, program MBG digelontorkan dana jumbo senilai Rp99 triliun, dengan Rp71 triliun dialokasikan pada 2025 dan tambahan Rp28 triliun.

Menanggapi sorotan tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tidak akan tinggal diam. Ia menegaskan pemantauan MBG akan dilakukan ketat dengan melibatkan jajaran Kementerian Keuangan di daerah.

Baca Juga: Kasus Keracunan MBG Merebak, Kemendagri Tunjuk Pemda, BGN Akui Kelalaian SOP dan Siap Tanggung Biaya Perawatan

Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat berkunjung ke Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, Jumat, 26 September 2025.

Dalam pertemuan dengan Kepala BGN, Dadan Hindayana, dibahas serapan anggaran, kemungkinan tambahan dana, dan langkah evaluasi program.

“Kalau betul bisa nyerap, ya kita kasih tambah, kalau nggak, ya kita potong,” tegas Purbaya. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan pada akhir Oktober 2025 untuk menentukan nasib anggaran ke depan.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Ultimatum Crazy Rich, Tak Naikkan Tarif, tapi Kejar Rp60 Triliun Utang Pajak sampai Lunas

Pantauan Lapangan dan 20 Titik Sampling

Purbaya memastikan dirinya tidak hanya mengawasi dari balik meja, melainkan turun langsung ke lapangan.

“Saya akan monitor di lapangan seperti apa. Nanti akhir Oktober saya akan ke sini lagi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kemenkeu telah menugaskan pegawai untuk memantau 20 titik secara acak demi memastikan pelaksanaan program tepat sasaran.

“Penyerapannya sesuai dengan direncanakan. Makanya saya ingin tahu itu saja untuk memastikan nanti programnya betul-betul berjalan dan berdampak ke perekonomian,” tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Didit Fauzi Hendrian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X