Keterlibatan Sipil Jadi Harapan
Keterlibatan masyarakat sipil dianggap sebagai poin penting. Kapolri menekankan pentingnya masukan publik untuk membangun Polri yang transparan.
“Berbagai temuan dan identifikasi masalah akan kami sampaikan secara terbuka. Semua masukan akan menjadi bahan evaluasi internal,” ujar Sigit.
Meski demikian, sebagian kalangan masih skeptis, mengingat pengalaman masa lalu yang sering kali hanya berakhir pada wacana tanpa tindakan nyata.
Anggota Diumumkan Oktober 2025
Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan bahwa daftar anggota komite akan diumumkan paling lambat pertengahan Oktober 2025.
“Kita tunggu beliau Presiden kembali dari luar negeri, dan saya kira mungkin pada paling lambat pertengahan Oktober sudah akan diumumkan komisi reformasi kepolisian itu,” ujarnya.
Pembentukan Komite Reformasi Polri ini menjadi ujian awal bagi pemerintah: seberapa kredibel figur yang dipilih akan menentukan keseriusan agenda reformasi. Publik kini menunggu apakah langkah ini mampu menghadirkan Polri yang lebih akuntabel, profesional, dan benar-benar berpihak pada rakyat.***
Artikel Terkait
Ning Lia Hadiri Mediapreneur Talks di Surabaya, Dorong Kolaborasi Jurnalis Lokal dan Pemerintah untuk Majukan Media
Tangis Nanik S Deyang di Tengah 6.000 Lebih Siswa Jadi Korban Keracunan MBG, BGN Janji Evaluasi Total
Menkeu Purbaya Ultimatum Crazy Rich, Tak Naikkan Tarif, tapi Kejar Rp60 Triliun Utang Pajak sampai Lunas
Kasus Keracunan MBG Merebak, Kemendagri Tunjuk Pemda, BGN Akui Kelalaian SOP dan Siap Tanggung Biaya Perawatan
Isu Dapur Fiktif Mengguncang Program MBG Rp99 T, Menkeu Purbaya Kawal Serapan Anggaran dan Ancam Pangkas Dana
Netanyahu Singgung Pidato Pro Palestina Prabowo di PBB, Delegasi Walk Out dan Massa Demo Serukan 'Free Palestine'