DPR Temukan 1.200 Ton Beras SPHP Hampir Rusak di Gudang Bulog, Begini Langkah Penyelamatan yang Disiapkan

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 4 Oktober 2025 | 05:49 WIB
Beras SPHP menumpuk di gudang Bulog Tabahawa, Maluku Utara yang kena sidak Komisi IV DPR RI. (Instagram/titieksoeharto)
Beras SPHP menumpuk di gudang Bulog Tabahawa, Maluku Utara yang kena sidak Komisi IV DPR RI. (Instagram/titieksoeharto)

Mediapriangan.com - Persoalan kualitas beras cadangan pemerintah kembali jadi sorotan setelah Komisi IV DPR RI menemukan ribuan ton beras SPHP di gudang Bulog Maluku Utara dalam kondisi mengkhawatirkan.

Dalam sidak yang dilakukan pada 23 September 2025, Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengungkap adanya 1.200 ton beras yang sudah tersimpan lebih dari satu tahun. Menurutnya, sebagian beras mulai berubah warna dan nyaris tidak layak dikonsumsi.

“Ternyata yang ada di sini ada beras yang sudah setahun lebih, masuk sini bulan Mei 2024 masih ada 1.200 ton, warnanya udah abu-abu. Ini masih ada juga beras impor yang umurnya juga setahun,” ujar Titiek Soeharto.

Baca Juga: Skandal Bansos Beras Rp200 Miliar, Staf Ahli Mensos Edi Suharto Jadi Tersangka, KPK Tetapkan 5 Pihak

Ia menegaskan DPR sudah berulang kali mendesak agar beras SPHP segera disalurkan, agar tidak menumpuk di gudang dan membahayakan kualitas pangan. “Dari bulan Februari saya sudah minta ini dikeluarkan, kita mewakili rakyat kesel juga kayak begini,” tambahnya.

Bulog Siapkan Reprocessing

Menanggapi temuan tersebut, Direktur Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan pihaknya sudah menyiapkan langkah penanganan. Ia menyebut proses reprocessing akan dilakukan agar beras tetap bisa dimanfaatkan.

“Kami akan reprocessing, reprocessing ini kami bersihkan, kami cuci ulang,” kata Ahmad Rizal di Jakarta, Kamis (2/10/2025).

Baca Juga: Bulog Tegaskan Harga Beras SPHP Tetap Rp12.500 per Kg, Pemerintah Pilih Jaga Daya Beli Masyarakat

Rizal menambahkan, seluruh beras akan melalui uji laboratorium sebelum disalurkan kembali. Jika hasil uji menyatakan masih layak, beras akan diedarkan kepada masyarakat.

Namun, apabila tidak layak, maka akan dialihkan menjadi pakan ternak.

“Nanti kita lab lagi, kalau layak kita konsumsikan kepada masyarakat, yang tidak layak nanti kita sisakan untuk diolah menjadi pakan ternak,” jelasnya.

Baca Juga: Bulog Gencarkan Distribusi Beras SPHP ke Ritel Modern dan Pasar Rakyat, Target 1,5 Juta Ton Dikebut

Cadangan Beras Pemerintah Masih Aman

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X