Mentan Amran Tanggapi 29 Ribu Ton Beras Rusak, Soroti Keberhasilan Produksi 4,2 Juta Ton dan Anggaran Rp5 Triliun

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 10 Oktober 2025 | 13:50 WIB
Mentan Andi Amran tanggapi laporan Bapanas soal beras turun mutu atau rusak.  (Instagram/a.amran_sulaiman)
Mentan Andi Amran tanggapi laporan Bapanas soal beras turun mutu atau rusak. (Instagram/a.amran_sulaiman)

Mediapriangan.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan tanggapan atas laporan Badan Pangan Nasional (Bapanas) terkait temuan 29,9 ribu ton beras cadangan pemerintah yang turun mutu atau rusak.

Amran menjelaskan, jumlah tersebut hanya sebagian kecil dari total stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang mencapai 4,2 juta ton.

Menurutnya, publik seharusnya tidak hanya berfokus pada bagian yang rusak, tetapi juga melihat keberhasilan pemerintah dalam menjaga ketersediaan beras nasional.

“Ini menarik, dari 29.000 ton, misalnya katakanlah 30.000 ton. Dari 4,2 juta ton, itu hanya 0,071 persen. Dulu tidak ada rusak karena berasnya tidak ada, kurang,” ujar Amran di Istana Kepresidenan, Kamis (9/10/2025).

Baca Juga: Pemerintah Targetkan Stop Impor Beras dalam 3 Bulan, Mampukah Indonesia Buktikan Janji Swasembada Pangan?

Pembangunan Gudang Baru

Amran mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengalokasikan anggaran Rp5 triliun untuk membangun gudang baru milik Perum Bulog.

Langkah ini untuk mengantisipasi keterbatasan kapasitas penyimpanan beras yang kini mencapai 4,2 juta ton.

“Bapak Presiden sudah memberi anggaran Rp5 triliun untuk membangun gudang pada Perum Bulog,” jelasnya. Saat ini Bulog bahkan harus menyewa gudang tambahan dengan kapasitas 1,2 juta ton untuk menampung seluruh stok.

Baca Juga: DPR Temukan 1.200 Ton Beras SPHP Hampir Rusak di Gudang Bulog, Begini Langkah Penyelamatan yang Disiapkan

Beras Rusak Akan Dimanfaatkan

Beras yang tidak layak konsumsi, lanjut Amran, tidak akan dibuang sia-sia. Ia memastikan beras tersebut akan digunakan sebagai pakan ternak setelah melalui proses pengecekan dan pengolahan ulang.

“Nah, 29 ribu ton beras (yang rusak) ini kita cek, kalau ini tidak layak, untuk pakan ternak. Itu kan tidak nol. Memang sekarang ada rusak 29 ribu ton karena berasnya 4,2 juta ton,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. Ia menegaskan beras yang masih layak akan diproses ulang dan disalurkan ke masyarakat, sedangkan yang tak layak akan dialihkan untuk pakan ternak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X