Titiek Soeharto Soroti Gudang Bulog, Beras Lebih dari Setahun Harus Segera Dikeluarkan dari Stok Nasional

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 22 Agustus 2025 | 06:09 WIB
Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto desak stok beras di gudang Bulog segera dikeluarkan.  (Instagram/titieksoeharto)
Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto desak stok beras di gudang Bulog segera dikeluarkan. (Instagram/titieksoeharto)

Mediapriangan.com - Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, menyoroti praktik penyimpanan beras di gudang Perum Bulog yang dinilai kurang efisien.

Titiek menemukan ada stok beras berusia lebih dari satu tahun yang belum dialirkan ke pasar.

Dalam Rapat Kerja bersama Menteri Pertanian, Kepala Bapanas, dan Direktur Utama Bulog di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, pada Kamis, 21 Agustus 2025, Titiek menegaskan pentingnya perputaran stok beras.

Baca Juga: Wali Kota Tasikmalaya Apresiasi Jayantara Priangan Timur 2025, UMKM, Digitalisasi, dan Ekonomi Syariah Bersinergi

“Pak, ini masih ada beras yang usianya lebih dari 1 tahun di gudang Bulog ya, ini tolong segera dikeluarkan, ini mengenai perputaran stok Bulog ini tolong sangat-sangat diperhatikan,” tegas Titiek.

Politikus ini menekankan agar prinsip first in, first out dijalankan dengan benar. “Tolong jadi perhatian karena ini manajemen perputaran stok Bulog, mana yang first ini, first out jangan yang terakhir masuk dia yang dikeluarin dulu,” tambahnya.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramadhani, menyebut cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini mencapai 3,91 juta ton.

Baca Juga: Update OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer, 14 Orang dan 22 Kendaraan Diamankan KPK, Identitas Belum Dibuka

Dari jumlah tersebut, 5 persen atau sekitar 194.100 ton adalah beras berusia lebih dari satu tahun. Sementara 30,3 persen atau 1,18 juta ton merupakan beras yang telah tersimpan lebih dari enam bulan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menambahkan bahwa stok beras CBP yang lama akan segera dialirkan melalui operasi pasar, dengan target distribusi 6.000 ton per hari.

Hal ini diharapkan menjaga ketersediaan beras nasional hingga akhir tahun tetap berasal dari stok baru dan produksi petani lokal.

Baca Juga: Tanggapi OTT KPK Wamenaker Noel, Menaker Yassierli Tegaskan Pakta Integritas, Siap Copot Jika Terlibat Korupsi

Langkah ini sekaligus memastikan manajemen stok beras nasional lebih efisien, menghindari penumpukan, serta menjaga kualitas beras yang sampai ke masyarakat tetap optimal.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X