Purbaya menambahkan, investasi jangka panjang di sektor industri dan SDM penting agar perekonomian daerah tidak rapuh saat harga komoditas turun. Ia juga meminta Pemda mempercepat realisasi belanja publik yang cepat, tepat, dan produktif untuk menjaga perputaran ekonomi lokal.
Ekonomi Nasional Stabil
Di sisi lain, Purbaya menyebut kondisi ekonomi nasional masih stabil. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,12 persen pada kuartal II 2025, dengan inflasi 2,65 persen — salah satu yang terendah di antara negara G20.
Defisit APBN tercatat 1,56 persen dari PDB, neraca perdagangan surplus 64 bulan berturut-turut, tingkat pengangguran turun ke 4,76 persen, dan kemiskinan menyentuh 8,47 persen — angka terendah sejak krisis 1998.
Dengan kondisi makro tersebut, ia menegaskan pentingnya peran daerah dalam mendukung transformasi ekonomi nasional agar tidak hanya terpusat di Jawa. “Kalau nggak, kita akan seperti ini terus Pak, Jawa sentris,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Siap Pangkas Anggaran Makan Bergizi Gratis Jika Serapan Tak Capai Target Akhir Oktober 2025
Di Balik Langkah Menkeu Purbaya Soal Pemutihan Produsen Gelap, Pasar Hasil Tembakau RI Hadapi Arah Baru
Menkeu Purbaya Pangkas DBH DKI Jakarta Rp15 Triliun, Pramono Anung Legawa tapi Siapkan Jurus Efisiensi Anggaran
Menkeu Purbaya Beda Haluan dengan Sri Mulyani, Ubah Pola Efisiensi Anggaran Tanpa Pangkas Belanja APBN
18 Gubernur ‘Geruduk’ Menkeu Purbaya, Desak TKD Tak Dipotong hingga Usulan Gaji ASN Ditanggung Pemerintah Pusat
Menkeu Purbaya Tanggapi Lonjakan Pekerjaan Informal, Pastikan Program Magang Berbayar Buka untuk Lulusan S1