Gurita Minimarket, Produk Impor, dan Judol, UMKM di Desa Terjepit Ancaman Berkepanjangan

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 29 Oktober 2025 | 10:40 WIB
Menyoroti pernyataan Menko PM, Muhaimin Iskandar terkait UMKM desa kini terjepit, dominasi minimarket, serbuan produk impor, dan judi online mengancam kelangsungan usaha lokal.   (Instagram.com/@cakiminnow)
Menyoroti pernyataan Menko PM, Muhaimin Iskandar terkait UMKM desa kini terjepit, dominasi minimarket, serbuan produk impor, dan judi online mengancam kelangsungan usaha lokal. (Instagram.com/@cakiminnow)

 

Mediapriangan.com - Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menyoroti tekanan yang dihadapi UMKM di pedesaan akibat ekspansi minimarket besar seperti Alfamart dan Indomaret.

Cak Imin menilai dominasi ritel modern ini berpotensi mematikan ekonomi lokal dan membuat UMKM kewalahan.

“Ritel-ritel raksasa yang masuk ke kampung-kampung kita membunuh ekonomi rakyat termasuk para pelaku UMKM," ujar Cak Imin, Selasa (28/10/2025).

Baca Juga: Imam Maskun Geram! Yayasan Langgar Art Surati Bupati Ipuk, Tuntut Penjelasan Soal Minimarket Ditutup Paksa

Gurita Minimarket di Desa

Fenomena masuknya jaringan minimarket ke desa-desa menciptakan ketimpangan ekonomi. Banyak pelaku usaha kecil sulit bersaing karena minimarket memiliki modal besar, distribusi kuat, dan harga lebih murah.

“Bupati banyak yang membuat perda untuk mengantisipasi gurita besar dari hilir ke hulu produsen sampai ke distribusi," tambah Cak Imin. “Pemerintah daerah kewalahan menghadapi ekspansi ritel modern yang merepotkan UMKM kita.”

Kehadiran minimarket juga menyebabkan warung tradisional kehilangan pelanggan, sementara UMKM kesulitan mempertahankan usaha karena modal terbatas dan jaringan lokal yang kecil.

Baca Juga: MBG Masih Bergantung pada Produk Impor, Kemendiktisaintek Siap Gandeng UMKM dan Industri Lokal untuk Solusinya!

Ancaman Produk Impor

Selain dominasi minimarket, UMKM juga terancam serbuan produk impor yang lebih murah dan berbiaya rendah. Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menekankan risiko ketimpangan pasar ini.

“Persaingan pasar menjadi timpang. Produk impor yang lebih murah dan biaya produksinya rendah berpotensi menyingkirkan produk lokal,” jelas Novita pada April 2025.

Tanpa proteksi selektif, UMKM bisa kehilangan pangsa pasar dan berpotensi gulung tikar, berdampak pada pengangguran dan defisit neraca perdagangan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X